Kisah Alimin, Mahasiswa Asal Kamboja 3 Tahun Tak Pulang Lebaran

Kampus-UIN-Suska.jpg

Laporan: RICO MARDIANTO

 

RIAUONLINE, PEKANBARU - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau asal Kamboja, Ahmad Alimin alias Mat Alimin mengaku kaget ketika pertama kali mengetahui informasi tentang dirinya yang kekurangan uang viral di media sosial.

Beberapa hari ini nama Alimin viral di media sosial lantaran akun Facebook bernama Indriani Aja mengunggah postingan dengan narasi mengajak netizen membantu Alimin yang kekurangan biaya hidup dan sudah tiga kali puasa tidak pulang ke kampung halaman. Selain itu, informasi tersebut juga dimuat di aplikasi penggalangan dana kitabisa.com. Postingan itu sudah dibagikan lebih seribu kali saat dilihat pada Senin, 3 Mei, pukul 09.30 WIB.

Saat ditemui Riauonline.co.id di kamarnya di asrama kampus UIN Suska Riau, dengan bahasa Indonesia yang fasih, Alimin tak menampik bahwa kehidupannya memang susah dan sudah tiga kali Ramadan ia tak pulang ke Kamboja. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia sering meminjam uang kepada temannya dan ia ganti setelah uang beasiswa cair. Dia mengaku tak menyangka bahwa dirinya bakal viral di media sosial setelah staf Bagian Kemahasiswaan UIN Suska Riau, Ade Sukardi datang ke kamarnya dan meminta foto beserta sejumlah data pribadinya.

"Pak Ade datang sekitar lima hari yang lalu, dia minta foto dan bilang ada bantuan sedikit dari rektorat. Tak lama setelah itu, datang teman asrama bilang katanya foto dan informasi tentang saya diposting di Facebook. Saya jadi malu, apalagi ada foto saya di situ, karena saya tak ingin kesusahan saya diketahui banyak orang di Facebook," ungkap Alimin.

"Saya memang susah, tapi untuk makan cukup kalau lebih tidak. Saya sudah kasih tahu teman-teman saya, jangan diposting seperti ini lagi, karena saya bukan susah dari sekarang, tapi sejak dulu," sambungnya dengan mata berkaca-kaca sambil menyeka matanya.

Alimin menuturkan, bagaimanapun ia menghargai niat baik orang yang berupaya menggalang dana untuk dirinya melalui media sosial. Meskipun hidup susah, Alimin mengaku tak ingin mengeluh dan meminta belas kasihan orang lain. Tapi postingan itu sudah telanjur viral bahkan sudah dilihat oleh teman-temannya di Kamboja yang pernah kuliah di UIN Malang. Alimin pun mengaku di-chat oleh ibu yang memviralkan tentang dirinya tersebut. "Saya tak salahkan ibu itu. Ibu itu niatnya baik, tapi saya memang tak mau diposting untuk minta dana," katanya.

Alimin adalah mahasiswa jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau. Dia berasal dari keluarga kurang mampu di sebuah desa di Kamboja. Ayah dan ibunya adalah petani. Sebelum masuk kuliah di UIN Suska pada 2015, Alimin pernah belajar di pondok tahfidz Quran selama empat tahun di Kamboja. Alimin hafal Alquran 15 jus lebih. Niat Alimin belajar di UIN untuk mendalami agama Islam dan menjadi bekal untuk berdakwah di kampung halamannya.

Di asrama Alimin tinggal dengan teman sekampungnya di Kamboja, bernama Ahmad Gozali. Mahasiswa semester enam ini adalah penerima beasiswa pemerintah Indonesia sebesar Rp 13 juta per semester. Kata Alimin, dana beasiswa itu cairnya tidak menentu, terkadang bisa sampai dua semester baru cair. Sedangkan orangtuanya tidak mengirim uang anak ketiga dari enam bersaudara ini lantaran kehidupan di kampung juga susah. Hanya uang beasiswa satu-satunya harapannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah.

"Saat beasiswa cair, saya langsung bayar utang ke teman, bayar asrama Rp 2,4 juta setahun dan bayar UKT Rp 2,8 juta, dan bayar Visa dan Kitas," ungkapnya.

Tiga tahun tak pulang ke kampung halaman, Alimin merasa sangat rindu pada orangtua dan saudara-saudaranya. Sesekali dia menelepon orangtuanya menanyakan kabar serta melepas rindu walau hanya sebatas suara. "Orangtua saya tak punya HP, saya menelepon melalui HP tetangga, saya suruh dia pakai Hape dia tak mau karena tak terbiasa," kata pengagum Ustaz Abdul Somad ini.

"Orangtua paling kangen, sering nanya kenapa tak pulang, saya bilang visa saya habis. Dia bilang nak puasa sama-sama, makan sama-sama, raya sama-sama. Saya pun kangen," katanya.

Saat ini Alimin sangat mengharapkan beasiswa dapat segera cair agar bisa pulang kampung selepas lebaran nanti. "Rencana pulang sih ada, tapi tunggu beasiswa dulu, tapi kalau misalnya enggak cair menjelang KKN, ya enggak jadi pulang," ujarnya.