Aktual, Independen dan Terpercaya


Disaksikan Noviwaldy Jusman, Asri Auzar Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Riau

Pelantikan-Asri-Auzar.jpg
(Hasbullah)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau akhirnya menggelar rapat paripurna agenda Pengganti Antar Waktu (PAW) jabatan Wakil Ketua DPRD Riau Fraksi Demokrat, Senin, 27 Mei 2019.

Adapun pergantian tersebut dilakukan dari jabatan yang semula dipegang oleh Noviwaldy Jusman kepada Ketua DPD Demokrat Riau Asri Auzar.

Rapat tersebut dihadiri oleh pimpinan lainnya yakni Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo dan Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli, Gubernur Riau Syamsuar, sejumlah petinggi Forkompinda, tokoh masyarakat dan sejumlah undangan lainnya.

Pelantikan ini sendiri dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Riau dari Fraksi Golkar Septina Primawati Rusli.

Disaksikan langsung oleh Noviwaldy Jusman di kursi depan, Asri Auzar yang mengenakan jas formal berwarna hitam ini mengucapkan sumpah dan janji jabatannya dibawah kitab suci Alquran.

Pengangkatan Asri Auzar ini sendiri didasari oleh Surat Keputusan (SK) dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 161.14-1107 2019 tentang pengangkatan Wakil Ketua DPRD Riau.

Sebelumnya, DPP Demokrat juga menerbitkan surat keputusan DPP Partai Demokrat No.17/SK/DPP. PD/III/2019, yang mengusulkan pergantian posisi Noviwaldy Jusman ke Asri Auzar.

Usai dilantik, kepada Wartawan Asri kemudian mengatakan bahwa dirinya sangat menghargai Noviwaldy Jusman yang selama ini sudah melaksanakan amanah partai dengan sangat baik.

Untuk diketahui, selama kepemimpinan Noviwaldy Jusman DPRD Riau tidak pernah terseret kasus hukum yang memperburuk citra legislatif di mata masyarakat.

"Saya juga akan minta masukan dan petunjuk pak Dedet, untuk selalu mengingatkan soal kepemimpinan saya yang akan berjalan selama empat bulan ke depan," katanya.

Sementara itu, Noviwaldy Jusman yang sudah mengisi posisi Wakil Ketua DPRD Riau sejak akhir masa periode 2009-2014 lalu ini mengaku tidak mempermasalahkan posisinya yang direbut oleh Asri.
"Dalam politik pergantian itu hal yang biasa, kapanpun bisa diganti, lagian beliau juga sebagai ketua partai. Jadi mungkin pusat sudah mempertimbangkan seperti itu," kata pria yang kerap disapa Dedet ini.

Terkait pesan-pesan kepada pimpinan yang baru, Dedet berharap agar Asri Auzar bisa mempertahankan prestasi pimpinan selama ini, dimana belum ada kasus hukum yang menjerat anggota DPRD Riau periode 2014-2019.

"Pastikan bahwa semua berjalan sesuai koridor, harus tegas, kalau sudah begitu maka mudah-mudahan di sisa masa jabatan ini kinerja bisa meningkat tajam," tuturnya.

Terkait posisi dirinya di sisa masa jabatan, Dedet menyebut dirinya akan mengisi kursi anggota komisi IV DPRD Riau yang sebelumnya diisi oleh Asri Auzar. (Advertorial).