Program Rumah Gratis Disebut Tidak Tepat Sasaran, Ini Penjalasan Dinas Perumahan

Dinas-Perumahan-dan-pemukiman.jpg
(Hasbullah)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Provinsi Riau Muhammad Amin, mengatakan pihaknya sudah bekerja maksimal dalam merealisasikan program Rumah Siap Layak Huni (RSLH) bagi masyarakat miskin di Riau.

Sebelumnya, Anggota DPRD Riau Asri Auzar menilai program ini tidak tepat sasaran di mana ditemukan banyak nepotisme dan orang mampu yang menerima rumah yang masuk dalam program dengan total anggaran seratusan milyar rupiah ini.

"Progam ini kita laksanakan dengan sistem swakelola, ada kelompok masyarakat yang disebut Pokmas, sekarang dalam tahapan pembentukan Pokmas," ujar Kadis PKPP, Muhammad Amin, Rabu, 8 Mei 2019.

Setelah dibentuk Pokmas, nantinya tim dari Dinas PKPP akan melakukan validasi data berdasarkan proposal yang dibuat oleh masyarakat setempat melalui Kepala Desa.

"Kita akan validasi lagi, misalnya pada tahun 2018 lalu karena banyak yang tidak memenuhi syarat kita hanya membangun 2024 unit dari total 2051 rumah, sisanya itu tidak memenuhi syarat," jelas Amin.

Apabila semua sudah memenuhi syarat, maka Dinas PKPP akan mentransfer uang dari 40 persen total biaya pembangunan, dan kemudian akan diberikan secara bertahap setelah pembangunan mencapai 30 persen.

Adapun kriteria penerima RSLH, kata Amin, sudah diatur dalam beberapa syarat diantaranya lamanya calon penerima tinggal di desa tersebut, status rumah dan lahannya dan sebagainya.

Terkait adanya pemuda usia 30-40 tahun yang menerima rumah ini, Amin akan melakukan verifikasi dan mengkaji kembali persyaratan batasan umur calon penerima.

"Kita akan lihat dulu, apakah umur 30 ini bisa mendapatkan rumah ini, karena di syarat calon penerima ada batasan usia juga," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar menegaskan bahwa program Rumah Siap Layak Huni (RSLH) yang sudah dijalankan Pemerintah Provinsi Riau tidak tepat sasaran.

Pasalnya, memasuki tahun keempat program ini berjalan dan selalu dilakukan evaluasi nyatanya masih banyak masyarakat yang masuk kategori mampu menerima RSLH ini.

"Kemarin ada Datuk di Rohil datang ke Pekanbaru menemui saya, mereka mengeluh tidak dapat rumah," tegas Politisi asal Rohil ini, Rabu, 8 Mei 2019.

Ketua DPD Demokrat Riau ini prihatin, karena berdasarkan pantauannya ke lapangan, ada masyarakat yang umurnya baru 30-35 menerima rumah ini.

"Di sebelahnya ada adek-adeknya, ini kan bisa diduga ada kongkalikong," ujarnya.