Pleno di Bengkalis, NasDem dan PKB Saling Protes

pleno-Bawaslu-KPU.jpg
(Ist)

Laporan: ANDRIAS

 

RIAUONLINE, BENGKALIS - Sehari setelah KPU Kabupaten Bengkalis melangsungkan Pleno rekapitulasi penghitungan surat suara tingkat kabupaten, Sabtu 4 April 2019 malam tadi, keributan seketika pecah dan kericuhanpun tak terhindar.

Pertikaian yang terjadi di gedung LAMR jalan Pramuka Bengkalis malam itu dipicu saling protes partai PKB dan Nasdem Bengkalis.

Data dirangkum, dipicu oleh selisih peroleh hitungan dari pleno PPK kecamatan, bahwa Partai Nasdem dikomandoi Askori telah meminta untuk dilakukan penghitungan ulang. Hasilnya, PPK menyurati dan meminta ke KPU Kabupaten untuk menyesuaikan permasalah yang terjadi.

"Awalnya, malam itu (pleno kabupaten) KPU sudah mengatakan secara lisan bahwa setelah melakukan kordinasi ke KPU provinsi maka diputuskanlah 7 TPS untuk dilakukan penghitungan ulang. Dan selanjutnya, diperintahkan mengambil kotak suara di PPK untuk dibawa ke pleno kabupaten," kata salah satu saksi partai politik ditemua RIAUONLINE.CO.ID Minggu 5 Mei 2019.

Namun, kata sunber itu lagi. Sebelum kotak suara yangg diambil tiba. Pleno kabupaten menjadi pecah dan ricuh setelah partai PKB, Irmi Sakip Arsalan dan Reza melakukan protesnya dan melarang dilakukannya penghitungan suara.

Adu protes antara dua partai pun tak terelakan sehingga akhirnya, KPU memutuskan tidak akan membuka kotak suara tersebut.

"KPU ini dipimpin kolektif kolegial maka kami pending tidak membuka kotak ini," katanya menirukan ucapan ketua KPU Fadhilah Al Mausuly saat itu.

Spontan, ucapan KPU awalnya akan dilakukan buka kotak suara seketika berubah memicu keributan malam itu. Sehingga pleno kabupaten yang semula berjalan lancar dan aman ditunda tanpa batas waktu yang ditetapkan.

Dihubungi, komisioner KPU Safroni tidak menampik adanya kejadian sehingga pleno dipending atau ditunda. Namun dirinya enggan berkomentar karena menunggu dari ketua KPU.

"Nanti aja ya bang, langsung statement dari ketua saja," pungkas Safroni.