Aktual, Independen dan Terpercaya


Korban Kampanye Hitam, Noviwaldy: Saya Masih Demokrat, Wakil Ketua DPRD Riau

Noviwaldy-dedet.jpg
(Hasbullah)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Berakhirnya masa akhir kampanye ternyata membuat persaingan antar Calon Legislatif (Caleg) di Riau semakin panas, bahkan tak jarang ada yang mencoba menyebarkan informasi yang tidak benar.

Hal tersebut dialami oleh wakil ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, politisi Demokrat ini mengaku ada pihak yang melakukan black campaign terhadap dirinya.

"Saat ini terjadi miss informasi yang simpang siur. Ada pihak yang menghembuskan informasi tidak benar," kata politisi yang kerap disapa Dedet ini, Kamis, 11 April 2019.

Adapun informasi tersebut ialah bahwa Noviwaldy tidak di Demokrat, tidak menjadi anggota DPRD, ia merasa perlu meluruskan informasi ini bahwa sampai saat ini dirinya masih anggota DPRD Riau dari Demokrat dan pengurus DPP Demokrat.

"Saya masih sebagai pimpinan wakil ketua DPRD Riau, berita yang dihembuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan politik perlu kita luruskan," tegasnya.

Pria yang kerap disapa Dedet ini kemudian menjelaskan bahwa tim dari oknum Caleg ini menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat bermodalkan surat pergantian posisi wakil ketua DPRD Riau.

"Kemarin itu hanya usulan pergantian, sampai sekarang belum ada pergantian, kita harus luruskan informasi dari pihak yang memiliki kepentingan politik, baik dari internal atau eksternal," ulasnya.

Dedet kemudian menghimbau kepada seluruh kontestan pemilu caleg agar bersaing secara sehat, menjual programnya serta tidak menggunakan money politik.

"Jangan black campaign menggunakan timnya, Demokrat ini saya dirikan di Riau sebagai partai yang santun bukan partai grasa grusu, semoga kita bisa menghasilkan wakil rakyat yang santun dan tidak ugal-ugalan," ungkapnya.

Lebih jauh, Dedet mengaku mendapat informasi tersebut dari banyak pihak, baik dari tim suksesnya maupun dari masyarakat umum melalui WhatsApp dan telepon.

"Informasinya dari tim dan masyarakat langsung, saya dibilang ada kasus tahun 2015, padahal saya sampai detik ini belum ada kasus apapun. Sekarang tim sedang mengumpulkan bukti dan melaporkan ke Bawaslu," tutupnya.