Aktual, Independen dan Terpercaya


Suasana Bedah Buku Sebuah Awalan Pecah Begitu Dahnil Anzar Panggil Jokosony

Dahnil-dan-Jokosony.jpg
(Hasbullah)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Suasana acara bedah buku Miftah Sabri, Sebuah Awalan yang digagas oleh Gerakan Milenial Indonesia (GMI) Bengkalis pecah begitu Koordinator Juru Bicara Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak memanggil salah seorang hadirin.

Hadirin tersebut ialah Sony Al Ihsan Marta yang kerap disapa Jokosony, karena sempat viral beberapa waktu lalu, pasalnya ia memiliki kemiripan suara dengan Presiden Jokowi.

"Sebelum saya ngomong saya mau kasih kesempatan dulu kepada yang terhormat bapak Jokosony," ungkapnya membuat hadirin lain saling berpandangan heran, Jumat, 5 April 2019.

Saat para hadirin yang merupakan Millenial dari berbagai kecamatan di Bengkalis ini saling berpandangan, Sony yang berpakaian celana warna cream, kemeja putih dan jaket merah maroon ini langsung paham dan berjalan ke arah Dahnil.

"Saya gak mau ngomong saya mau duduk saja. Saya tadi tidak dikasih tahu dulu. Saya kalau ngomong harus ada teks dulu," katanya sambil tertawa.

Dahnil kemudian mengakui bahwa dirinya lupa memberi tahu Jokosony sebelum acara sehingga Jokosony belum mendapatkan teks narasi kata sambutannya.

"Saya lupa, nanti saya kasih teks biar lebih bagus," ujarnya.

Dalam penjelasannya kepada para Millenial, Dahnil menjelaskan bahwa kondisi perpolitikan di Indonesia masih minim dengan budaya membaca sehingga kemampuan intelektual politisi kurang terasah.

"Saya belum baca buku Miftah, tapi melihatnya saya bisa berbicara sebanyak satu buku, tapi pak jokosony disuruh ngomong bentar aja gak bisa. Saya gak ngomongin yang lain ya," pungkasnya.