Kebakaran Lahan di Meranti Kian Meluas

Pemadaman-di-pelalawan.jpg
(ISTIMEWA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau terus meluas. Sejak terbakar pada akhir Februari lalu, hingga hari ini kebakaran di wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka tersebut masih terjadi.

Minggu hari ini tepat memasuki hari ke 13 kebakaran lahan gambut hebat di Kepulauan Meranti, tepatnya di Pulau Rangsang. 

BPBD Meranti tampak kewalahan melakukan pemadaman dan belum membuahkan hasil. Berdasarkan data BPBD Riau, hingga akhir pekan ini lebih dari 180 hektare lahan di Meranti terbakar dan berpotensi terus meluas.

Asisten 1 Sekretariat Daerah Riau, Ahmad Syah Harrofie mengatakan secara keseluruhan luas Lahan yang terbakar sejak awal Januari hingga hari ini mencapai 1.686,41 hekater. .


‎"Rekapitulasi luas lahan terbakar di beberapa daerah Riau sejak awal Januari yaitu, paling luas di Bengkalis 952,5 hektare. Kepulauan Meranti 187,4 ha,‎ Rohil 252 ha, Dumai 122 ha, Siak 68.25 ha, Pekanbaru 21.76 ha, Kampar 19.5 ha‎, Pelalawan 20.5 ha‎, Inhu 1.5 ha‎, Inhil 41 ha‎," kata Ahmad.

‎Data luasan lahan yang terbakar yang dimiliki BPBD Riau berbeda dengan yang diukur pihak perusahaan. Seperti di Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Sebab, di Bengkalis luasan lahan yang terbakar lebih dari 1.000 hektare, dan di Meranti lebih dari 200 hektare.

"Sampai hari ini belum padam, pada 5 hari lalu luas yang terbakar sekitar 200 hektare lebih. Saat ini sudah hari ke 13 masih terbakar. Tentunya luasan lahan yang terbakar semakin bertambah," ujar Komandan Regu Pemadam Kebakaran PT Sumatera Riang Lestari, Yunan Helmi.

Sementara itu, Humas PT Sumatera Riang Lestari Abdul Hadi mengatakan, sampai hari ini pihaknya masih memadamkan kebakaran lahan di Desa Gayung Kiri dan Kampung Harapan, Kabupaten Kepulauan Meranri.

Hadi menyebutkan, sekitar 180 orang karyawan PT SRL ‎juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman di seluruh titik lahan yang terbakar di Kepulauan Meranti hingga hari ini. Dan ada sekitar 280 personel dikerahkan saat memadamkan api di Bengkalis bebrapa waktu lalu

"Kita memiliki tim yang dilatih untuk melakukan pemadaman saat lahan terbakar, baik lahan masyarakat maupun lahan perusahaan," kata Hadi.

Sampai saat ini hanya lahan masyarakat yang terbakar, dan tim pihak PT SRL langsung diturunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman bersama TNI Polri.

"Jarak lokasi yang terbakar dari perusahaan kita sekitar 8 kilometer. Dan sampai malam ini api masih membara, bahkan ada titik kebakaran yang baru terjadi," terang Hadi.

Menurut informasi di lapangan bahwa di Desa Kampung Harapan api masih aktif namun sudah dilakukan penyekatan. Estimasi jumlah luasan lahan yang terbakar di Desa Kampung Harapan sekitar puluhan hektare.

Akibat kebakaran lahan di sejumlah lokasi, kondisi udara di beberapa daerah menjadi tidak sehat. Seperti di Duri Kabupaten Bengkalis, kondisi udaanya tidak sehat. Begitu juga di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, udara di sana juga tidak sehat. Sementara udara di daerah lain pada level sedang dan baik.

Jajaran Polres Kepulauan Meranti, TNI bersama PT SRL saat ini sedang‎ melaksanakan pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar di ‎poros Desa Sei Gayung Kiri Kecamatan Rangsang. Pemadaman juga dilakukan di Desa Sokop Dusun 4 Banda Raya. (**)