Aktual, Independen dan Terpercaya


Soal Spanduk Golkar Prabowo, Hardianto : Mudah-Mudahan bentuk Kesadaran

Spanduk-Golkar-Prabowo.jpg
(Hasbulah Tanjung)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Sandiaga Uno di Riau angkat bicara terkait bertebarannya spanduk bertuliskan "Golkar Prabowo" di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.

Sekretaris BPD Hardianto mengatakan dirinya tentu sangat berharap dukungan dari semua pihak, terutama dari pihak yang semula merupakan lawan namun berbalik mendukung Prabowo.

"Mudah-mudahan ini benar-benar bentuk kesadaran untuk memberikan dukungan, lagi pula siapa yang mau iseng sampai mencetak dan memasang spanduk dukungan," kata Hardianto, Senin, 11 Februari 2019.

Dijelaskan Sekretaris DPD Gerindra Riau ini, sebelum mendirikan partai Gerindra, Prabowo merupakan salah seorang kader terbaik partai Golkar, sehingga mungkin dari sejarah tersebut masih ada kader yang respect pada Prabowo.

"Masalah spanduk tersebut analisa saya yang pasti bukan ‘kerjaan’ kawan di Partai Golkar secara institusi, namun mungkin saja ada orang perorangan pihak tertentu yang berbeda ‘bendera’ tapi satu hati dan pilihan mendukung Prabowo-Sandi sehingga merealisasikan dukungan pada spanduk tersebut," paparnya

Lebih jauh, Hardianto menyebutkan ada kemungkinan lain dimana memang ada pihak yang sengaja memberikan provokasi, dan ia meminta semua pihak agar tidak terlalu menanggapi hal ini.

"Sering dalam proses politik ini timbul dinamika yang terkadang diluar pemikiran bahkan keinginan kita, namun masalah ini kami fikir tidak perlu kita jadikan polemik berkepanjangan yang bisa berimbas kepada terganggunya kondusifitas suasana Pemilu dan Pilpres di Riau," imbuhnya.

Pun begitu, Hardianto meyakini masyarakat hari ini sudah sangat cerdas dalam menyikapi setiap momentum politik, sehingga mereka bisa menentukan pilihannya pada 17 April nanti.

"Masyarakat sudah bisa menentukan pilihannya sendiri, mereka sudah tahu bagaimana kondisi kehidupan hari ini, sudah tidak bisa dihasut dengan pencitraan," tutupnya.