Aktual, Independen dan Terpercaya


Polisi Segel 20 Hektare Lahan Terbakar di Kampar

Tim-Satgas-Padamkan-Api.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Kepolisian Resort Kampar, Provinsi Riau menyegel 20 hektare lahan yang terbakar di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung sebagai bagian dari upaya penegakan hukum.

Kapolsek Tapung, Kompol Indra Rusdi dihubungi dari Pekanbaru, Rabu mengatakan penyegelan tersebut dilakukan hari ini setelah upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi sepanjang sepekan terakhir mulai membuahkan hasil.

"Sebagian lahan telah berhasil dikendalikan, dan untuk sementara kita segel untuk penyelidikan," kata Indra.

Ia menjelaskan hari ini memasuki hari ke empat upaya pemadaman kebakaran lahan di Desa yang berbatasan langsung dengan ibu kota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru tersebut.

Upaya pemadaman melibatkan personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat setempat. Ia mengatakan upaya pemadaman tersebut cukup sulit dilakukan karena lahan yang terbakar jenis gambut dengan kedalaman mencapai 2 meter.

Sementara gambut yang terbakar sebagian besar telah ditanami perkebunan sawit dan semak belukar atau lahan terbuka, sehingga ketika cuaca panas dan minim hujan seperti saat ini menjadi sangat kering dan mudah terbakar serta sulit dikendalikan.

Meski begitu, dia menuturkan upaya pemadaman terus dilakukan bersama seluruh pihak terkait, terutama TNI, masyarakat dan Manggala Agni.

Lebih jauh, Indra menjelaskan pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi. Indra menduga, lahan tersebut sengaja dibakar untuk keperlua perluasan perkebunan sawit.

"Pemilik lahan informasinya sedang di luar kota. Kita akan segera panggil untuk pemeriksaan," ujarnya.

Kebakaran di sejumlah kabupaten di Riau terpantau masih membara sepanjang sepekan terakhir. Selain Kampar, wilayah yang mengalami kebakaran cukup hebat terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Dumai, Siak, Bengkalis dan Pelalawan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Rabu sore pukul 16.00 WIB sedikitnya masih terpantau sebanyak 22 titik panas. Sebagian besar titik panas terdeteksi masih terpusat di Kabupaten Rokan Hilir dengan 19 titik, sementara sisanya tiga titik di Bengkalis.

Kebakaran berpotensi terus meluas karena curah hujan tergolong rendah. BMKG menyatakan daerah pesisir Riau hanya ada peluang hujan ringan pada dini hari di Rokan Hilir. Sementara itu, suhu udara maksimum pada siang hari mencapai 35 derajat Celcius.

Hingga kini Satgas Karhutla Riau terus melakukan upaya pemadaman dari darat dan udara menggunakan empat helikopter yang kini bersiaga di Riau.

Namun, cuaca kering dan hembusan angin menyulitkan proses pemadaman terutama di lahan gambut. Posisi Riau yang berbatasan dengan negara tetangga di bagian utara berpotensi mengirimkan asap apabila Karhutla tidak segera ditanggulangi dan hembusan angin menuju Malaysia dan Singapura. (**)