Aktual, Independen dan Terpercaya


Apa Sudah Tahu Kalau Manusia Vs Harimau Kerap Terjadi Di Inhil ?

Yanti-dan-Harimau-Sumatera-yang-Sekarat.jpg
GEOPIX ASIA
BERSAMA Tim Tiger Rescue Unit BKSDA Bengkulu, drh Yanti, merelokasi dua ekor harimau Sumatera, 28 Oktober 2015 lalu. Seekor harimau Sumatera korban jerat pemburu liar di perkebunan sawit, satu lagi korban konflik manusia dengan dugaan untuk dikonsumsi.

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Bukan pertama kalinya ada kasus harimau menyerang manusia di Inderagigi Hilir. Seperti yang terjadi baru-baru ini. Mardian, warga Sungai Rawa, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung diserang.

Dirinya saat itu tengah mencari kayu di hutan pada Sabtu, 02 Maret 2019. Lalu berhadapan dengan seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Pria berusia 31 tahun itu mengalami luka pada bagian kepala dan punggung. Sehingga, korban masih dirawat intensif di Rumah Sakit setempat.

Berikut, konflik yang pernah terjadi antara harimau dengan manusia di Inderagiri Hilir.

Kasus pertama dihebohkan dengan kemunculan harimau betina dewasa bernama Bonita. Petugas membutuhkan waktu empat bulan sebelum berhasil ditembak bius pada April 2018 lalu.

Bonita telah membunuh dua manusia, wanita bernama Jumiati dan seorang laki-laki bernama Yusri di tempat jelajahnya, PT THIP pada Januari dan Maret 2018.

Selanjutnya, penampakan harimau yang tidak menimbulkan korban di Pulau Burung pada tahun 2018 lalu. Harimau terjebak di lorong pasar lalu ditembak bius dan berhasil ditangkap.

Sementara untuk kejadian harimau menyerang manusia di Desa Simpang Gaung baru-baru ini, Kapolres Inhi, AKBP Chritian Rony Putra mengatakan upaya evakuasi harimau dibuat serupa dengan upaya penangkapan harimau Bonita.

"Polanya akan sama dengan Bonita. Bedanya di Pelangiran dan sekarang di Gaung. Selain itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat setempat agar sementara waktu tidak ke hutan," lanjutnya.