Sudah Sebulan, Harimau Penerkam Jumiati Masih Berkeliaran di Inhil

Harimau-Sumatera.jpg
(THE HONOLULU ZOO)

Laporan: FATMA KUMALA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sudah sebulan terakhir ini, upaya penangkapan harimau yang menyerang Jumiati di kebun sawit Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum juga membuahkan hasil.

Bahkan, kambing yang sengaja dipasang untuk menjadi umpan harimau juga belum berhasil menarik perhatian si raja rimba ini.

"Tujuan kita untuk merelokasi harimau. Jadi tim bertahan sampai harimau berhasil ditangkap. Hingga kini, sudah ada lima tim yang turun ke lokasi, secara bergantian. Ini sudah masuk hari ke 34," kata Humas BKSDA Riau, Dian Indriati, Senin 5 Februari 2018 kemarin.

Baca juga:

Mengenaskan, Seorang Wanita Di Inhil Tewas Ditikam Harimau

BKSDA Menduga, Harimau Terkam Jumiati Karena Dipicu Hal Ini

Meski sudah sebulan lebih berada di kebun sawit PT Tabung Haji Indo Pantation (THIP), Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), upaya penangkapan Harimau masih belum berhasil dan si belang masih berkeliaran dengan bebas.

Tim gabungan ini terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Polres Inhil, Polres Pelalawan, World Wide Fund for Nature (WWF), Penyelamat dan Konsesi Harimau Sumatera (PKHS), PT Arara Abadi sebagai pemegang konsesi HTI, dan pihak PT THIP tetap mengawasi sekitar lokasi karena tanda-tanda keberadaan harimau masih ada.

"Tanda-tanda harimau masih di lokasi itu ada. Seperti jejak kaki harimau masih ditemukan di sana. Bahkan tim kita sudah dua kali bertemu langsung dengan jarak sekitar 50 meter," terang Dian.

Tak hanya itu, tampaknya aktivitas harimau juga terpantau dari rekaman kamera trap yang dipasang tim di sekitar lokasi. Ada lima unit kamera yang dipasang di sekitar lokasi.

Untuk upaya selanjutnya, tim akan menambah jumlah kerangkeng. Hingga saat ini, di lokasi sudah terpasang lima kerangkeng.

"Sedangkan umpan masih sama, yaitu kambing. Karena dari hasil penelitian, kambing lebih disukai oleh harimau. Apalagi, bau kambing yang lebih menyengat, mudah tercium oleh harimau," tutupnya. (1)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id