Aktual, Independen dan Terpercaya


Kibarkan Bendera China, Bagansiapi-api Berubah Jadi Lautan Api

Lukisan-Perjuangan-Kemerdekaan-di-Riau.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID)

RIAU ONLINE - Tak banyak yang tahu ternyata di Provinsi Riau ada peristiwa seperti Bandung Lautan Api, di Jawa Barat, dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Belanda, 1945-1949. Itu adalah kejadian Bagansiapi-api Lautan Api. 

 

Bedanya, jika Bandung Lautan Api merupakan upaya bumi hangus prajurit Divisi Siliwangi saat long march ke Jawa Tengah dan Yogyakarta, maka Bagansiapi-api Lautan Api antara pejuang Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan para kelompok China. 

 

Peristiwa sejarah ini bermula dari keinginan orang-orang China untuk ambil alih kekuasaan dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Indonesia. Alasan mereka, China sebagai sebuah negara merupakan pemenang Perang Dunia II bersama Sekutu. Sehingga mereka ingin menjadikan Bagansiapi-api sebagai bagian negara mereka. 

 

Tentu saja keinginan tersebut tidak dapat diterima oleh para pemuda Indonesia di Bagansiapi-api dan ini memicu ketegangan. Ketegangan tersebut pecah saat kelompok China ingin memperingati hari kebangsaannya dengan mengibarkan bendera China di tanah Indonesia. 

 

Baca Juga: Wow, Sultan Siak Serahkan 13 Juta Gulden untuk Modal Indonesia Merdeka

 

Kolonel Inf (Purn) Himron Saheman dalam bukunya, Perjuangan Tiada Mengenal Akhir, menuliskan, peringatan hari kebangsaan dengan mengibarkan bendera China telah disepakati, warga Tiongkok berjanji untuk tidak memasang bendera China tanpa mengibarkan bendera merah putih.

 

"Dengan pelanggaran tersebut, terjadilah pertengkaran mengakibatkan Kapitan China (Lu Cin Po) terbunuh, maka kerusuhan makin menjadi. Banyak rumah-rumah dibakar dan korban China dan Indonesia berjatuhan," kata Himron Saheman. 

 

Mendengar kekacauan pertumpahan darah dipicu pengibaran bendera China di Bagan tersebut, ditambah dengan berita mengatakan, China di sana memberontak, maka pimpinan tentara di Bengkalis dan Pekanbaru, segera meresponnya dengan mengirimkan bala bantuan. 

 

Wedana Bagansiapi-api, BA Mochtar cepat tanggap dengan menggelar pertemuan dan disepakati kedua belah pihak, China dan TKR bersedian berunding diselenggarakan di dekat Hotel Guan Guan. Di depan hotel ini, diadakan upacara perdamaian dengan kelompok China. 

 

Klik Juga: Sedan Jerman Setia Dampingi Sultan Siak Keliling Sumatera

 

"Wedana BA Mochtar berpidato, sekarang kita sudah merdeka, dan kita di sini harus berjuang mempertahankan kemerdekaan tersebut. Di pihak China, berpidato Kapten China, "Diberitahukan bahwa warga Tionghoa bersedia membantu perjuangan bangsa Indonesia," dalam buku Himron tersebut. 

 

Setelah damai, seluruh warga China bersedia kerjasama membantu perjuangan Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa uang dan barang-barang diperlukan untuk perjuangan serta ada pula yang membantu dengan memberikan dukungan moril  atau apa saja dapat kobarkan semangat perjuangan. 

 

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline