Dalam Semalam, Dua Anggota KPPS dan PPS Meninggal Dunia

Yansen-Andrys-David.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dalam semalam, dua anggota Penyelenggara Pemilu antara lain Ketua PPS Desa Sepungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Faisal ST, dan Ema, Anggota KPPS 01 Desa Bedeng Sikuran, Kecamatan Inuman, meninggal dunia. 

Keduanya gugur dalam tugas usai mengikuti Rapat Pleno PPK di masing-masing kecamatan, Minggu, 21 April 2019. Faisal dan Ema menghembuskan nafasnya akibat kecelakaan lalulintas. 

"Iya benar, Ketua PPS Desa Sepungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Faisal, meninggal tadi malam. Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) usai pulang dari Rapat Pleno Rekapitulasi di PPK Salo," kata Ketua KPU Riau, Ilham M Yasir, Senin, 22 April 2019. 

RIAUONLINE.CO.ID mencoba menghubungi Ketua KPU Kampar, Ahmad Dahlan, namun tidak diangkat. Kemudian mencoba menghubungi anggota KPU Kampar, Sardalis, tak aktif. Keduanya dihubungi guna meminta kronologis kejadian lakalantas hingga mengakibatkan Faisal meninggal dunia. 

Dengan meninggalnya Faisal, maka sudah lima penyelenggara Pemilu di Riau gugur. Dibuka dengan meninggalnya Ketua KPPS 02 Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Suratinizar, Kamis, 18 April 2019, akibat menabrak pohon kelapa sawit saat mengelak pickup pengangkut TBS sawit. Pickup tersebut kemudian menabraknya dan posisi tubuh korban terjepit ke batang kelapa sawit. 

Kemudian, Ketua KPPS 05 Bengkalis Kota, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Yansen Andrys David, Sabtu, 20 April 2019. Yansen meninggal akibat serangan jantung menimpanya Kamis, 18 April 2019, saat memimpin pemungutan suara di TPS. 

Selanjutnya, Ketua KPPS 15 Kelurahan Simpang Kanan, Kecamatan Simpang Kanan, Rokan Hilir. Keempat, tadi malam, pukul 21.00 WIB, Anggota KPPS 01 Desa Bedeng Sikuran, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi, Ema. Almarhumah meninggal dunia akibat kecelakaan usai pulang dari Rapat Pleno PPK, pukul 18.30 WIB. 

Tak hanya meninggal dalam tugas, ada juga penyelenggara Pemilu mengalami pingsan, keguguran anak pertama hingga terkena stroke saat memimpin dan bertugas di KPPS.