Susi: Pemerintah Gadaikan Kedaulatan dengan Ilegalkan Kapal Asing Beroperasi

Sambutan-Meriah-Menteri-Susi-Pudjiastuti.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

LAPORAN; AHMAD ARFIAN 

RIAU ONLINE, KAMPAR - Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastut, mengatakan, selama 20 tahun terakhir, sebelum ia menjabat, hasil laut berupa ikan Indonesia diambil oleh kapal-kapal asing secara ilegal.

Susi semakin penasaran, kenapa kapal-kapal asing dengan leluasa mengeruk hasil laut dibiarkan begitu saja. Ada apa dengan itu semuanya.

"Setelah saya jadi menteri saya selidiki semua, ternyata ada peran pemerintah mengilegalkan kapal asing dengan menggunakan bendera Indonesia," kata Susi dalam sambutannya di depan ribuan santri dan orangtua santri, Rabu, 3 Oktober 2018, di Pondok Pesantren Al Ihsan Boarding School (IBS), Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Baca Juga: 

Tak Hadir Dalam 60 Menit, UAS 'Ultimatum' Menteri Susi, Kita Tenggelamkan

Susi semakin sedih. Saat dirinya mengetahui ternyata kedaulatan negara Indonesia telah tergadaikan ke negara lain.

"Indonesia bangsa besar, pemilik pulau terbanyak di dunia, jumlah penduduk nomor 3 di dunia, laut terpanjang nomor 2. Mari kita berantas sama-sama. (Kapal-kapal asing ilegal) tenggelamkan," ajaknya.

Sejauh ini, Menteri Susi telah menenggelamkan 488 kapal asing serta bsebanyak 1.000 kapal asing tidak lagi beroperasi secara leluasa di lautan Indonesia.

Menteri Susi juga berpesan agar menjaga sumber daya alam untuk anak cucu kita. "Jaga SDA kita karena orang asing tidak bisa nangkap ikan lagi di Indonesia," tegasnya.

Menteri Susi berada di Pondok Pesantren IBS dalam rangka acara Parenting Akbar dan Makan Ikan bersama dengan IUstad Abdul Somad.

Dalam acara makan ikan tersebut, sebanyak 5 ton ikan dimakan bersama-sama dengan ribuan santri dan para orangtua, termasuk Menteri Susi dan Ustadz Abdul Somad.

Klik Juga: 

Makan 2 Ton Ikan Bersama Santri Riau, Menteri Susi: Tenggelamkan

"Sama-sama kita kampanyekan makan ikan, hari ini kita makan ikan. Kalau tidak, saya tenggelamkan," canda susi Pudjiastuti.

Sebanyak 5 ton ikan diserahkan langsung oleh Menteri Susi secara simbolik di Taman Ahsantum IBS. Ikan sebanyak itu kemudian dimasak 2 ton, selebihnya, 3 ton dibagi-bagi kepada pondok pesantren lain.

"Satu orang datang ke saya bilang dapat 2 ton ikan, datang satu orang lagi bilang kita dapat langsung 5 ton ikan, 2 ton kita masak untuk acara ini dan 3 ton kita bagi ke warga sekitar dan pondok pesantren lain," ujar Pimpinan IBS Riau Misran Agusmar.

Sebelum makan bersama, Parenting Akbar ini diisi ceramah agama oleh Ustadz Abdul Somad. "Tenggelamkan" demikian kata candaan dari Ustadz sejuta follower tersebut.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id