Aktual, Independen dan Terpercaya


Bentangkan Spanduk Protes, Kapolda dan Danrem Usir Mahasiswa Unri

Mahasiswa-Unri-Protes.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dua mahasiswa pengurus BEM Universitas Riau berhasil menyusup masuk ke dalam ruang Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sedang berlangsung di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Kamis 8 Juli 2019. Mereka awalnya duduk di bangku paling belakang.

Namun saat Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menyampaikan arahan terkait penanganan hukum bagi para pelaku pembakar lahan di Riau, kedua mahasiswa ini langsung berdiri dan membentangkan poster berisi soal tuntutan mereka terkait persoalan penegakan hukum bagi pembakar lahan di Riau.

Poster dibawa mahasiswa itu bertuliskan "Kapolda Jangan Lagi Kongkow dengan Korporasi", "Cabut Izin Pembuka Lahan dan Korporasi Ilegal", "Kita Harus Jaga Bumi Riau".

Terganggu, aksi kedua mahasiswa yang bentangkan poster di dalam ruang rapat ini pun langsung dilarang petugas. Satu per satu poster dipampangkan ketiga mahasiswa tersebut diambil dan dirobek mereka.

Mahasiswa Bentangkan Spanduk Protes

 

Setelah seluruh poster diambil petugas, tiba-tiba seorang mahasiswa berteriak "Hidup Mahasiswa". Aksi ini membuat Kapolda Riau Widodo Eko Prihastopo marah.

Pasalnya, saat bersamaan Kapolda sedang memberikan arahan terkait penegakan hukum bagi para pelaku pembakar lahan di Riau dihadapan peserta rapat. "Tolong hormati saya, keluar, atau saya akan ambil tindakan represif," kata Kapolda Riau.

Tidak hanya Kapolda Riau dibuat marah atas aksi mahasiswa tersebut, Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Muhammad Fadjar, duduk disamping Gubernur Riau, Syamsuar, tidak mampu menahan emosinya.

Danrem langsung berdiri dan meminta dua mahasiswa tersebut keluar dari ruang rapat. "Keluar kalian, kami punya kepentingan besar disini, keluar kalian, kayak tidak ada tempat lain saja," kata Brigjen TNI Muhammad Fajar.

Mahasiswa Unri Dibawa ke Mapolda Riau

 

Dua mahasiswa ini kemudian digiring keluar ruangan oleh petugas. Sempat terjadi aksi saling dorong dan saling tarik antara mahasiswa dan petugas kepolisian.

Karena kalah jumlah, tiga mahasiswa ini pun tidak berdaya dan pasrah saat digiring masuk ke dalam mobil di bawa ke Mapolda Riau untuk diproses lebih lanjut.