Aktual, Independen dan Terpercaya


Balap Sepeda Motor di Bengkalis Makan Korban, 1 Penonton Tewas Ditabrak Pebalap

korban-pebalap.jpg
(Andrias)

Laporan: ANDRIAS

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Iven balap motor yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Bengkalis memakan korban. Satu penonoton dikabarkan meninggal setelah ditabrak pebalap.

Peristiwa itu menimpa korban diketahui bernama M Sukur bin Abdul (20), Mahasiswa Semester tujuh Politeknik Negeri Bengkalis, saat mennyaksikan kejuaraan Balap Motor, Minggu 15 Junli 2019 siang. Korban saat itu menonton, tiba-tiba sepeda motor peserta balap yang tidak bisa dikendalikan menghatam korban dan terseret hingga ratusan meter hingga menerobos pagar Kantor Dinas Kominfotik Bengkalis.

Korban langsung dilarikan dan sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis, Namun, korban tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir, Senin 15 juli 2019 sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.

"Memang benar korbar M Sukur bin Abdul meninggal ditabrak salah satu peserta road race. bahkan video detik-detik korban terseretpun sudah tersebar di medsos. Kendaraan pebalap itu menghantam dan menyeret korban," kata Zulfahmi petakziah kepada RIAUONLINE.CO.ID di rumah duka, Jalan Bantan Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Senin 15 Juli 2019 pagi.

Cerita Kakak Korban Muhammad Amin, adiknya Sempat lewati masa kritis di RSUD Bengkalis. Adiknya sempat sadarkan diri dan berkeinginan kuat akan sembuh.

 

"Magrib saya ditelpon, kabar adik saya itu sudah mulai membaik. Sejak masuk ke RSUD hingga magrib itu massa kritis adik saya dan selesai Isya sampai jam sebelas malam, adik saya sudah dapat berbicara dan berkeinginan kuat pulih kembali," kata Muhammad Amin.

Muhammad Amin mengatakan korban adalah adik keempat dari lima bersaudara ini merupakan mahasiswa di Politeknik Bengkalis mulai kembali kritis sekitar pukul 23,00 WIB malam dan langsung dipindahkan dari ruangan sebelumnya keruangan lantai III RSUD Bengkalis.

"Sekitar jam 1.00 WIB adik saya dipindahkan ke ruangan lantai 3, belum lama di sana sekitar jam 1.40 WIB adik saya tidak tertolong lagi dan menghembuskan napas terakhirnya (meninggal dunia)," tutur Kakak korban dengan mata berkaca- kaca.