Telan Korban Jiwa, Pengamat: Penanganan Banjir Terbukti Bukan Prioritas Firdaus

banjir-rendam-kawasan-panam.jpg
(Rico)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Pengamat perkotaan Mardianto Manan menilai jatuhnya korban jiwa atas perisitiwa banjir di kota Pekanbaru hari ini sebagai salah bukti bahwa penanganan banjir bukan prioritas Pemko Pekanbaru.

Terkait alasan Pemko Pekanbaru yang menyebut bahwa penanganan banjir harus berkoordinasi dengan Pemprov serta Pemkab Kampar, Mardianto menyebut itu cuma alibi saja.

Dosen Universitas Islam Riau ini menjelaskan, banjir yang terjadi tadi pagi hingga menelan korban dikarenakan tidak becusnya aliran drainase yang ada di seputaran Delima tersebut.

"Itu pekerjaan Firdaus, dia selalu menuding itu pekerjaan Pemprov, pekerjaan Pemprov itu cuma di seputaran Soebrantas saja, padahal yang bermasalah itu di jalan Garuda," tegasnya, Selasa, 18 Juni 2019.

 

Ia merincikan, parit yang ada di seputaran Jalan Soebrantas sudah tepat dimana parit dibuat cukup dalam, namun permasalahan terjadi di parit area Jalan Garuda, mentok di Puskesmas Garuda.

"Jadi di sana bermasalah, ada orang membuat DAM di sana, ada orang buat kolam, tertimbun tanah," ujarnya.

Kondisi itu, sambungnya sudah lama terjadi bahkan semakin parah sejak kepemimpinan Firdaus dalam kurun waktu 5-6 tahun belakangan karena tidak ada kepedulian Firdaus untuk menyelesaikannya.

"Sistem penyaluran air itu dari tinggi ke rendah, gampang itu sebenarnya. Pakai cangkul pun bisa diselesaikan, tapi kalau mau cepat ya pakai ekskavator, tak banyak itu habiskan anggaran, cuma ya kalau penanganan banjir ini kan menurut firdaus bukan prestasi prestisius," katanya.