Ribuan Umat Buddha Ikuti Pawai Perayaan Waisak 2019

Pawai-Perayaan-Waisak-2019.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

Reporter: IMELDA VINOLIA 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ribuan umat Buddha Pekanbaru memadati dan ikut Pawai Perayaan Waisak 2563 BE bertepatan dengan 2019 dimulai dari Kampung Tionghoa Melayu (KTM) di Jalan DR Leimena (Karet), Pekanbaru, Jumat malam, 17 Mei 2019.

Pawai tersebut ditandai dengan membawa patung Buddha dan miniatur candi tertua di Riau, Candi Muara Takus. Candi tersebut ribuan tahun silam merupakan tempat pusat peribadatan Buddha jauh sebelum masuk Islam di tanah Melayu Bumi Lancang Kuning. 

"Dalam waktu dekat juga akan digelar Waisak Nasional di Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar, 25 Mei 2019," ujar Ketua Panitia Waisak Bersama, Herman.

Pawai Waisak 2019, tutur Herman, diikuti 2.400 umat Buddha dari berbagai organisasi kemasyarakatan, sekolah dan lembaga agama Buddha se-Kota Pekanbaru. Untuk Tema Trisuci Waisak 2563 BE/2019 disepakati Rajut Keberagaman dan Kokohkan Persatuan, Hidup Harmoni Dalam Damai.

Pawai Waisak

Di antara peserta pawai yang ikut terdiri dari Mapanbumi, Maitreya, Walubi, Samdup Cho'korling, PSMTI, KBI, HBT, IKTS, Persatuan Guru Agama Buddha Riau dan lainnya.

"Tahun ini jumlah peserta pawai jauh lebih banyak. Tahun sebelumnya 40 organisasi. Organisasi baru dan belum pernah ikut, kini ikut berpartisipasi dan bersatu menunjukkan kebersamaan," ujarnya.

Pawai Waisak ini mengambil rute dari Jalan Karet menuju Juanda, kemudian ke A Yani, M Yamin, Sudirman, Juanda dan kembali ke Jalan Karet.

Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Tarjoko mengatakan, pemerintah sangat menyambut baik Pawai Waisak sebagai rangkaian menyambut Trisuci Waisak.

"Pawai ini wujud dari kerukunan umat Buddha di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru, dan juga dukungan dari pemerintah," ujarnya.

Pada saat yang sama, Ketua PSMTI Riau, Peng Suyoto menjelaskan, Pawai Waisak ini tidak hanya dirayakan umat Buddha saja, tapi juga dimeriahkan seluruh elemen masyarakat di Kota Pekanbaru.

Prosesi pawai dimulai dengan ritual doa oleh para Bikhu dipimpin Bikhu dari Vihara Dharma Loka dimulai dengan keluarnya barisan Bikhu berbaju coklat orange dari Vihara di Jalan Karet.

Saat keluar, para Bikhu ini dipayungi payung berwarna emas. Sebelum pawai berjalan, sebanyak 40 mobil hias, di antaranya ada patung Buddha dengan Candi Muara Takus, dilepas dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 

Sedangkan puncak acara Trisuci Waisak sendiri akan digelar 15 Juni 2019 mendatang di SKA CoEX Pekanbaru, dengan acara bertajuk Dharmasanti Waisak 2563 BE/2019.