Money Politic dan UAS Effect Jadi Penyebab Suara Gerindra Tergerus di Riau

Hardianto-geridra-Riau.jpg
(Hasbullah)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Sekretaris DPD Gerindra Riau Hardianto mengaku target yang dipasang oleh partainya tidak optimal dalam Pemilu serentak di Riau tahun ini.

Dikatakan Hardianto, hal tersebut dikarenakan banyak survey yang menyebutkan bahwa Gerindra akan menjadi pemenang dalam Pileg 2019 di Riau.

"Akibatnya banyak partai yang mengintip basis Gerindra sehingga mereka bergerilya di sana," kata mantan Calon Wakil Gubernur Riau ini, Sabtu, 27 April 2019.

Selain itu, hantaman money politics juga membuat kader Gerindra cukup kesulitan di lapangan, sebab Hardianto sendiri melihat banyak praktek money politik yang terjadi.

"Kalau boleh minta masyarakat jujur, pasti banyak money politics, tapi masalahnya untuk memperlihatkan bukti itu susah, dimana-mana sekarang cerita berapa sanggup," keluhnya.

Diakui Hardianto juga, faktor Ustadz Abdul Somad yang mengarahkan ummat kepada PAN dan PKS di last minute kampanye juga menjadi penyebab tergerusnya suara Gerindra.

"Di minggu akhir ada UAS effect, jujur itu mengejutkan saya, tapi ya sudahlah itu memang hak UAS," tutupnya.

Sebelumnya, PKS mengklaim bahwa mereka akan keluar sebagai pemenang dalam Pileg 2019 ini dengan perolehan kursi 21 persen di komposisi DPRD Riau.