Dalam Sepekan, Gubernur Syamsuar Dua Kali Jadi Jurkam Jokowi-Maaruf Amin

Syamsuar-jadi-Jurkam.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/RIYAN NOFITRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dalam sepekan ini, Gubernur Riau, Syamsuar, dua kali menjadi Juru Kampanye untuk Pasangan Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 01, Joko Widodo-KH Maruf Amin. 

Diawali saat menjadi Jurkam kala Capres Jokowi datang berkampanye di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Selasa, 26 Maret 2019.

Kala itu, Syamsuar masih kader Partai Amanat Nasional (PAN), memuji-muji keberhasilan petahanan menjabat selama lima tahun terakhir. Ia memilih mengajukan cuti sebagai Gubernur Riau. 

Terakhir, akhir pekan lalu, Sabtu, 30 Maret 2019, Syamsuar kembali menjadi Jurkam bagi Capres nomor urut 01, di Pasar Minggu, Kandis, Siak. Bedanya, ia mendampingi Jurkam TKN, Siti Nurbaya Bakar, Menteri Kehutanan Jokowi. 

 

"Jokowi sangat berkomitmen membangun infrastruktur di Riau. Bila Jokowi gagal kembali menjabat dua periode, dikhawatirkan sejumlah proyek strategis nasional di Riau mangkrak," kata Syamsuar dalam orasinya kala menjadi Jurkam. 

Saat berorasi di depan ribuan pendukung Jokowi, Syamsuar menyampaikan alasan kenapa ia memilih Jokowi, bukan Prabowo-Sandiaga, capres yang didukung PAN, dan PKS, dua partai mengantarkan dirinya bertarung di Pilgubri 2018. 

"Kalau tak dilanjutkan mangkrak pembangunan ini. Apalagi kami sudah usulkan jalan tol dua jalur," kata Syamsuar, dalam orasinya saat kampanye di Lapangan Pasar Minggu, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau. 

Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Siak itu mengatakan, sejumlah program pembangunan Jokowi sudah dirasakan masyarakat Riau. 
Seperti, contoh Syamsuar, pembangunan infrastruktur hingga pelosok desa melalui dana desa, proyek pembangunan strategis nasional jalan tol Pekanbaru-Dumai dan Pelabuhan Tanjung Buton di Siak.

"Kami rasakan banyak sekali pembangunan sampai ke pelosok desa," katanya.

Menurut Syamsuar, sebagai mantan Bupati Siak dua periode mengaku cukup puas dengan komitmen Jokowi mendorong kesejahteraan dan keadilan pelayanan umum untuk rakyat. 

Seperti penyediaan aliran listrik seratus persen sampai ke desa-desa, begitu juga mendorong kesejahteraan petani kelapa sawit.

 

"Melalui kepemimpinan Jokowi, ada pemberian dana peremajaan kelapa sawit yang saat ini sudah naik Rp 50 juta untuk dua hektare diberikan kepada petani secara cuma-cuma, tidak perlu dikembalikan," katakan.

Untuk itu, Syamsuar mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya 17 April mendatang memilih Jokowi.

"Saya ini dari Siak, jangan permalukan saya, APBD kita kecil, hanya Rp 9 Triliun, artinya kita butuh pembangunan karena beliau (Jokowi) komitmen dalam pembangunan termasuk program kesehahteraan melalui kartu Indonesia Pintar, Kartu Prakerja dan Kartu untuk sembako," katanya.

Juru Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, Siti Nurbaya memastikan program perhutanan sosial yang diusung Presiden RI Joko Widodo bakal dituntaskan untuk masyarakat Riau.

Siti Nurbaya,yang juga menjabat menteri kehutanan dan lingkungan hidup (KLHK) mengatakan,hutan untuk rakyat yang telah direalisasikan untuk masyarakat Riau sejauh ini sudah mencapai 83,9 ribu hektare, sementara usulan yang sudah diterima mencapai 652.661 hektare. Ditargetkan perhutanan sosial di Riau akan direalisasikan seluas 1,1 juta hektare.
"Dan ini harus kita selesaikan secepatnya," kata Siti Nurbaya, di hadapan massa simpapatisan Jokowi-Maruf.