Aktual, Independen dan Terpercaya


Tamu Puji Kesiapsiagaan Evakuasi Manajemen Hotel Premiere saat Gudang Terbakar

Premiere-Hotel-Terbakar.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/FACEBOOK RIZANI USMAN)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gudang The Premiere Hotel yang terbakar Jumat subuh, 22 Maret 2019, sekitar pukul 04.00 WIB, membangunkan semua tamu hotel yang sedang nyanyak tidur. 

Terusiknya tidur para tamu itu akibat terjadinya kebakaran di bagian basement, tepatnya pada bagian gudang dhotel yang pernah melayani Presiden Joko Widodo, Sabtu, 15 Desember 2018 silam. 

Seorang tamu The Premiere Hotel, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Rizani Usman menceritakan, saat kebakaran di area basement, pihak hotel dengan kesigapan menggedor masing-masing kamar dihuni. 

"Seluruh pintu kamar penghuni digedor, diminta meninggalkan kamar hotel menuju titik evakuasi. Petugas hotel begitu sigap mengamankan situasi dan membangunkan seluruh penghuni," kata Rizani Usman kepada RIAUONLINE.CO.ID. 

Mantan Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbageng ini kemudian menceritakan, bunyi alarm isyarat emergency mewarnai pergerakan penghuni hotel turun melalui lift, masih tetap berfungsi, serta tangga darurat.

"Di halaman hotel, 4-5 unit mobil pemadam kebakaran meraung-meraung beserta petugas pemadam berusaha mematikan serta menjinakkan sumber api," jelasnya. 

Asap dari sumber api, tuturnya, mengepul memenuhi lobi hotel, dan mulai mengganggu pernafasan. Secara umum, ujarnya, manajemen hotel cukup responsif dan terkoordinasi dengan baik mengelola krisis kebakaran ini.

"Pascakebakaran, penghuni direlokasi ke hotel "tetangga" sehingga relatif tak muncul komplain tamu. Tim manajemen hotel telah menunjukkan tanggung jawab luar biasa bagi para tamu2 hotel.. greaat, the hotel management did the best way," pujinya. 

Sementara itu, General Manager The Premiere Hotel Pekanbaru, Wismiati, mengatakan, tak sampai 30 menit sumber api bisa dikendalikan dan dipadamkan. 

"Tak sampai 30 menit, api sudah padam. Cuma tinggal asapnya saja. Karena asap naik ke atas, kami kahwatir tamu jadi sesak nafas. Jadi lebih baik kami evakuasi tamu-tamunya," kata Wismiati. 

Managemen, tuturnya, meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan para tamu saat dilakukannya proses evakuasi yang disebabkan bagian gudang mengalami kebakaran.

"Besar harapan kami, kiranya ini tidak mengurangi kenayaman para tamu selama menginap di hotel kami. Dengan senang hati kami akan menunggu kunjungan selanjutnya," pintaclose Wismiati, General Manager.