Aktual, Independen dan Terpercaya


Kebakaran Lahan, Legislator Ini Malah Salahkan Puntung Rokok

karhutla-bengkalis_1.jpg
(ist)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Kebakaran Hutan dan lahan hingga kini masih terus terjadi di sejumlah wilayah Riau. Kabut asap sisa kebakaran lahan bahkan mulai menyelimuti sejumlah wilayah Riau seperti, Dumai, Indragiri Hulu, Pelalawan dan Pekanbaru.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi IV DPRD Riau Sumiyanti, menilai Pemerintah Provinsi Riau saat ini terlena dengan prestasi sebelumnya yang mampu mencegah kebakaran lahan tiga tahun terakhir, sehingga kurang sigap dalam mengantisipasi kebakaran lahan seperti yang terjadi saat ini. Alhasil, titik api terus bertambah hingga menimbulkan kabut asap.

"Kita kan sudah bebas dari bencana asap ini sejak 2015, walaupun setelah itu masih ada titik api tapi kan tidak terlalu parah, mungkin Pemprov terlena dengan prestasi ini," ungkap Sumi, Kamis, 21 Maret 2019.

Untuk itu, Sumiyanti berharap Pemerintah Provinsi Riau bisa lebih peka lagi dalam menyelesaikan permasalah ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat Riau.

Disinggung penyebab kebakaran dikarenakan adanya oknum yang sengaja membakar, Sumi mengatakan hal tersebut kecil kemungkinan, sebab lahan gambut sendiri memang mudah terbakar.

"Batu bergesekan di cuaca panas saja bisa buat percikan api, apalagi kadang ada yang teledor buang puntung rokok," tutupnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger menuturkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh sejumlah Satgas pemadam gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni. Pemadaman tidak hanya dilakukan lewat darat, melainkan juga mengerahkan helikopter waterbombong, terutama di wilayah pesisir seperti Meranti, Dumai dan Bengkalis.

"Diperkuat sepuluh unit helikopter waterbombong dan satu unit pesawat," katanya, sebagaimana dikutip dalam laporan harian BPBD Riau.

BPBD Riau mencatat luas lahan terbakar di Riau hingga kini mencapai 2.425 hektare. Bengkalis menjadi daerah yang mengalami kebakaran lahan paling luas mencapai 1.191 hektare, sisanya tersebar di sepuluh kabupaten kota lainnya di Riau.

Sebelumnya, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles B. Panjaitan mengatakan kebakaran lahan di Riau kebanyakan akibat unsur kesengajaan membuka lahan perkebunan kelapa sawit.

Dari pantauan lewat udara, kebakaran terjadi di area kosong bergambut yang berdampingan dengan kebun sawit untuk perluasan lahan perkebunan. "Kami melihat lahan memang (sengaja dibakar) untuk ekspansi. Terkait hal ini kami sudah koordinasikan dengan penegak hukum," kata Raffles, di Posko Penanggulanan Bencana Asap, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu, 27 Februari 2019.