Aktual, Independen dan Terpercaya


Mengapa lempuk Durian Bengkalis Tahan Hingga 12 Bulan tanpa pengawet?, Ini Triknya

lempuk-bengkalis.jpg
(Andrias)

Laporan: ANDRIAS

 

RIAUONLINE, BENGKALIS - Bagi para penikmat durian pasti akan kenal dengan makanan khas lempuk durian. Apalagi disaat musim durian di Kota Bengkalis, cemilan manis dan lezat ini menjadi magnet pemikat tersendiri bagi pengunjung hingga dari luar datang untuk menikmati lempuk khas negeri junjungan ini.

Meskipun di pulau bengkalis, musim buah durian diprediksi bulan Juni atau Juli mendatang, namun pengusaha lempuk durian khas bengkalis memiliki trik agar penikmat lempuk durian tidak terlalu lama menunggu hingga musim buah durian tiba. lempuk durian khas bengkalis ini ternyata selain tanpa pengawet bisa bertahan hingga 12 bulan.

Penasaran?.. RIAUONLINE.CO.ID pun demikian. Saat berkesempatan bertandang di rumah produksi lempuk durian khas Bengkalis di Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Di sebuah rumah papan di tepi jalan yang terlihat lawas, produksi lempuk durian khas Bengkalis sudah puluhan tahun berdiri hingga sekarang tetap ada dan selalu diburu oleh pencinta lempuk durian karena kelezatanya.

Diruangan depan bagian kiri rumah produksi lempuk, Minggu 17 Maret 2019 pagi, terlihat empat pekerja wanita sedang sibuk melakukan pembungkusan atau packing, Dari tangan pekerja wanita terampil ini, durian yang telah melalui proses pemasakan hingga sudah menjadi lempuk sedang dilakukan pecking dengan ukuran yang berfariasi.

Kemasan lempuk duriannya pun miliki khas dengan dibungkus menggunakan pelepah pinang sebelum dimasukkan ke dalam kemasannya. Ahok (38) pemilik usaha lempuk durian mengaku sudah memberi lebel pada usahanya dengan nama produski lempuk durian asli SelatBaru-Bengkalis 'CITRA RASA'. Kata Dia, makanan Khas Daerah Bengkalis ini sudah terpasarkan hingga Dumai, Rohil dan Pekanbaru. bahkan ada juga yang pesan dari daerah luar sumatera seperti jawa dan bali.

"Memang banyak yang nanya ke kita, Bengkalis kan belum musim durian,? tapi kok lempuk durian terus dan tetap ada aja," kata Ahok menjawab rasa penasaran RIAUONLINE.co.id, Minggu 17 Maret 2019 pagi.

Selanjutnya Ahok pun memberikan tips membuat lempuk durian yang legit manis tidak terlepas dari cara memilih buah durian, yakni buah durian masak di pohon dan masih segar serta aroma khas dan berdaging tebal.

Ahok mengatakan, dalam memilih durian dia memang tidak mau sembarangan bila perlu dicari buah durian berdaging tebal.

"lempuk durian ini dibuat dari hampir 100% daging durian pilihan pada musimnya, hanya ditambah gula pasir secukupnya agar lempuk durian lebih tahan lama dan tanpa bahan pengawet," terang Ahok.

Selain itu, dalam proses pembuatan Ahok mengatakan Cukup dengan buah durian yang sudah dilepas dari bijinya dimasukkan dalam wajan besar, kemudian di campur dengan gula selanjutnya di masak selama enam jam.

"Selama enam jam dimasak dengan menggunakan bahan bakar kayu harus terus menerus diaduk hampir selama enam jam," ujarnya.

Ahok memiliki nama Indonesia dan dikenal kalangan tetangga dengan nama Hakim inipun membeberkan lempuk durian miliknya mampu bertahan hingga 12 bulan asal tepat cara penyimpananya.

"Dalam pembuatan dodol, kami tidak menggunakan pengawet ataupun bahan lainnya. Sudah turun menurun sejak dari mama saya sampai sekarang saya sebagai penerus tetap hanya menggunakan campuran gula secukupnya saja," ujanya.

"Namun, yang membikin lempuk durian buatan kami menjadi awet dan tahan lama adalah cara penyimpananya. Setelah lempuk dimasak, kami menyimpannya kedalam kaleng yang tentunya kaleng bersih dan tidak bolong atau bocor agar pengawetanya sempurna," pungkasnya semberi menambahkan cara pemasakan lempuk biasa tetap sama namun yang bikin beda itu dalam pengawetan hingga bisa bertahan lama.