Aktual, Independen dan Terpercaya


Cerita IRT Pelipat Surat Suara di Bengkalis, Senang Diberi Pekarjaan

Surat-suara-bengkalis.jpg
(Andrias)

Laporan: ANDRIAS

 

RIAUONLINE, PEKANBARU - Jangan dipandang enteng, sebanyak 200 tenaga kerja di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis miliki peran sangat penting dalam kelancaran dan suksesnya Pemilu seretak 17 April 2019 mendatang.

Dari tangan tangan terampil mereka kertas suara untuk pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten hingga kertas suara pememilihan Presiden dan Wakil Presiden hampir 2 jutaan rampung dikerjakan alias siap digunakan.

Tati Haryanti (49) ibu rumah tangga warga, Jalan Bengkalis, Gg Bonjol RT 001 Rw 001 Rimbasekampung, Kecamatan Bengkalis kepada RIAUONLINE.CO.ID mengaku pekerjaan melipat suarat suara ini merupakan pengalaman pertama dan dengan melakukan beramai-ramai membuatnya tidak merasakan capek dalam menjalankan pekerjaan itu.

Diawal pengalaman itu, Tati Haryati menceritkan setelah mendapatkan pengarahan dari Staf KPU Bengkalis, dalam kelompoknya yang berjumlah empat orang merasakan tangan terlatih dan menjadi kreatif untuk melipat kertas suara.

"Perasaan ya asyik-asyik aja, tangan ini jadi terampil. Dalam sehari, rata-rata dalam kelompok kami bisa melipat 4.500-5.000 kertas suara," kata Tati Haryanti, Jumat 15 maret 2019 dikediamanya Gang Bonjol Bengkalis.

Meski lipatan surat suara sudah rampung, kesan keramian dengan cara dikerjakan bersama sama itu membuat wanita paruh baya yang sehari hari hanya sebagai ibu rumah tangga inipun mengaku selain mendapatkan upah juga menambah mengenal sesama pekerja. Selain sesama Desa juga pekerja juga banyak dari desa lainya.

"Seminggu belakangan ini saya merasa terbantu selain akan mendapatkan uang, juga dengan adanya kegiatan melipat surat suara ini saya merasa ada kesibukan. Kalau hari-hari biasanya kan hanya dirumah saja," tutur Tati Haryati dengan rona sumringah.

Disinggung, kisaran upah yang akan diterima dalam pelipatan kertas surat suara yang sudah dilakoni selama seminggu itu? Tati Haryati yang mengaku menawarkan dirinya sendiri langsung ke staf KPU bengkalis tidak mempersoalkan upah yang bakal diterimanya.

"Penting bagi saya ada kerjaan dan saya menjalani pekerjaan itu dengan asyik aja. Soal upah, saya nggak tahu karena saya ikut saja dari kantor KPUnya. Cerita dari teman teman yang saya dengar sudah ada diatur oleh kantor KPUnya dan saya percaya aja berapa saja yang akan kami terima," pungkasnya.

Sekretaris KPU Kabupaten Bengkalis, Puji Hartono menyebutkan upah pelipatan kertas suara diberikan kisaran 85 sampai 95 rupiah/lembarnya. Artinya, grup Tati Haryati beserta tiga rekannya diperkirakan mendapat upah Rp 4,75.000,- perhari.

"Kami mulai kerja jam 08.00 pagi hingga pukul 24.00 WIB malam. Tapi tetap ada istirahat siangnya untuk makan siang dan shalat," kata warga rimbasekampung itu.