Aktual, Independen dan Terpercaya


Sebait Pantun Prabowo Untuk Warga Riau

Prabowo-Subianto-di-Pekanbaru.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

"Bukan kacang sembarang kacang 

Kacang dibawa dari mengkirau

Bukan datang sembarang datang 

Prabowo datang karena cinta dengan rakyat Riau."

Sebait pantun yang diucap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto disambut gemuruh para simpatisan dan relawan begitu mengawali pidato politiknya, di Gelanggang Olahraga Remaja, Pekanbaru, Riau, Rabu, 13 Maret 2019.

Prabowo merasa tersanjung dengan penyambutan yang sangat antusias masyarakat Riau hingga gelanggang remaja yang berkapasitas 3.200 orang itu tumpah ruah.

"Terimakaaih kehormatan hari ini saya diberi tanjak, dan katanya tidak boleh dilepas selama berada di Pekanbaru. Tapi kok berani perintah saya? Tapi memang gitu, Sekarang rakyat yang berkuasa saudara-saudara," kelakarnya disambut riuh simpatisan.

Prabowo mengaku penyambutannya di Riau tidak kalah ramainya dari kunjungannya di beberapa daerah lainnya, Prabowo merasa oroma kemenangan semakin dekat menjelang pemilahan umum 17 April mendatang.

"Kalau begini rasanya, tanggal 17 April nanti ?."

"Menang," teriak simpatisan.

Menurut Prabowo, semangat masyarakat Riau yang menyambutnya merupakan semangat perubahan untuk provinsi yang kaya dengan sumber daya alam, tapi masyarakatnya tidak bisa menikmati kekayaan alam di tanahnya sendiri.

"Saya kira mengapa kalian semangat, karena kalian mengerti bahwa sekarang kita perlu perubahan," ujarnya.

Sebab kata Prabowo, Riau punya banyak potensi kelapa sawit terbesar di Indonesia, karet dan migas tapi masyarakat Riau sulit mendapatkan pekerjaan dan hidup makmur. Dia menuding pemerintahan saat ini telah gagal menata ekonomi rakyat.

"Bahwa selama ini elite di Jakarta telah gagal mengelola ekonomi kita, mereka biarkan kekayaan kita mengalir ke luar negeri, tidak tinggal di indonesia. Di mana keuntungan dari kelapa sawit itu, di mana keuntungan karet, semua hasil tambang minyak dan gas itu," tegasnya.

Prabowo berjanji, bila diamanahkan menjadi presiden RI selanjutnya, ia dan pasangannya Sandiaga Uno bertekad untuk meningkatkan hasil pertanian, menjaga harga komoditas sawit dan karet, menurunkan tarif listrik, dan sembako.

"Kami punya strategi untuk perbaikan ekonomi secepat mungkin, meningkatkan harga dan hasil pertanian, bila nanti harga kelapa sawit dan karet anjlok, pemerintah yang akan beli," ucapnya.