Aktual, Independen dan Terpercaya


Sedia Payung Sebelum Hujan, Prijata Sukses Kembangkan Pembibitan Kakao Hadapi Replanting

Kakao3.jpg
(Istimewa)

RIAU ONLINEPrijata merupakan kepanjangan dari Prima Jaya Tapung, kelompok tani di Desa Pelambaian yang kini menjadi Pusat Pembibitan Kakao Faritas Unggul di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Anggota Prijata ini, merupakan petani sawit di desanya. Peremajaan kebun (replanting) merupakan hal paling ditakutkan petani sawit.

Replanting merupakan proses peremajaan kebun kelapa sawit dengan mengganti pohon kelapa sawit tua dengan pohon kelapa sawit baru.

"Kami sudah memulainya dari tahun 2015, memilih kakao menjadi produk unggulan desa. Tujuannya juga, ketika replanting, kami sudah sedia payung sebelum hujan," tutur Kepala Desa Pelambaian, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Supriyono, kepada RIAUONLINE.CO.ID, Sabtu, 2 Maret 2019.

 

Bukan tanpa sebab, karena pohon kelapa sawit telah berusia 20-25 tahun tidak lagi produktif, hasilnya semakin menurun setiap bulannya.

Menghadapi replanting inilah, mendorong Kelompok Tani Prijata memiliki kebun yang lain sebagai ganti kebunnya untuk diremajakan. Sehingga para petani sawit mempunyai tabungan, pekerjaan dan pendapatan lain.

Prijata sepakat mengembangkan pembibitan kakao. Dimulai dengan memanfaatkan area di belakang rumah dengan luas kira-kira setengah hektare.

Terbukti, didampingi Chevron sejak tahun 2016, Prijata kini sukses mengembangkan pembibitan kakao. "Saat ini kami sudah punya desa binaan, Tapung Hilir, Tapung Hulu dan Bangkinang Seberang," kata Supriyono.

Dengan kekompakan dan keyakinan juga, Prijata kini tak lagi gamang menghadapi peremajaan kebun pada tahun 2021 mendatang.

"Kehadiran perusahaan Chevron kami rasakan manfaatnya. Kami berharap, pendampingan yang diberikan Chevron dalam pengembangan pembibitan kakao ini dapat terus berkelanjutan," ungkap Suparjo, Pengawas Kelompok Tani Prijata menambahkan.

Bentuk kesungguhan Prijata dalam mengembangkan pembibitan kakao sebagai produk unggulan desanya, dibuktikan juga dengan solidnya tim Prijata membagi tugas kepada masing-masing anggota.

Terdapat Divisi Pelatihan, Divisi Produksi, Divisi Pembibitan, Divisi Hama dan Penyakit dan Divisi Pemasaran dalam menjalankan pembibitan kakao sebagai produk unggul Desa Pelambaian.

Chevron hadir sebagai sahabat, dengan mengirimkan tenaga ahli ke tengah-tengah petani Desai Pelambaian. Tenaga ahli yang disiapkan Chevron inilah yang memberikan pendampingan kepada para petani kakao, bagaimana agar pembibitan kakao dapat berkembang hingga berhasil pesat saat ini.

"Awal mulanya kami hanya otodidak, sejak didampingi tenaga ahli dari Chevron, kami dibina. Alhamdulillah luar biasa hasilnya," jelas Supriyanto.

Dikatakan Supriyanto juga, butuh keuletan serta kerja keras untuk membuat warga yakin agar produk kakao ini dapat menjadi alternatif di samping tanaman sawit.

Saat ini, Prijata sudah beranggotakan 30 orang petani. Perlahan, tanaman kakao ini sangat menjanjikan. Sehingga ada sebagian kebun sawit warga yang sudah diganti dengan tanaman kako.

Ibarat kata pepatah, sedia payung sebelum hujan, inilah yang dilakukan masyarakat Desa Pelambaian dalam menghadapi replanting.