Dusun Muara Sako "Merdeka" dari Kegelapan, Nelayan Tak Lagi Merugi

Muara-Sako-3.jpg
(Dara Fitria)

"Nelayan sangat terbantu dengan masuknya listrik ke dusun kami ini. Nelayan di sini tak lagi merugi," ujar Bakri, Ketua RW V Dusun Muara Sako, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

RIAUONLINE - Masuknya aliran listrik PLN merupakan berkah yang sangat dinantikan masyarakat Muara Sako sejak dusun ini ada. Bagaimana tidak, dusun tua di Kabupaten Pelalawan ini baru saja 'merdeka' dari kegelapan terhitung satu tahun terakhir ini.

Dengan dialirinya listrik, kehidupan warga Muara Sako sedikit lebih baik, mengingat hingga saat ini infrastruktur jalan pun belum mereka nikmati.

Bakri, putra asli Muara Sako ditemui RIAUONLINE.CO.ID di rumahnya pada, Minggu 24 Februari 2019 menyebutkan, hampir 90 persen penduduknya yang terdiri dari 62 KK berprofesi sebagai nelayan. Dikarenakan juga, Dusun Muara Sako berada tepat di bibir aliran Sungai Kampar.

"Hasil tangkapan nelayan ditampung oleh pengepul yang datang dari Desa Buluh Cina setiap pagi harinya. Sementara, hasil tangkapan nelayan ketika siang hari saat ini sudah tidak terbuang lagi, karena bisa dimasukan ke dalam kulkas," kata Bakri bercerita tentang keseharian penduduknya.

Biasanya, hasil tangkapan nelayan di siang dan sore hari kerap terbuang, karena membusuk. Kadang, bagi nelayan yang punya tambak, ikan-ikan itu dijadikan makanan di tambak mereka.

"Kalau pun sebelum adanya listrik ada nelayan yang menyimpan hasil tangkapannya dengan es batu, namun tidak maksimal. Karena es batu yang dihasilkan dari genset tidak begitu keras, ditambah lagi harga es batunya mahal," kata Bakri.

Fasilitas wudhu di musala Dusun Muara Sako juga merupakan bantuan dari EMP Bentu

Tidak hanya bagi nelayan, bagi ibu-ibu rumah tangga, teralirinya listrik di Dusun Muara Sako juga sebagai berkah tersendiri.

Jarak Dusun Muara Sako ke ibukota kecamatan yang memakan waktu tempuh cukup jauh, menjadikan penduduk dusun ini hanya satu kali seminggu ke pasar, guna memenuhi kebutuhan pokok mereka.

"Dengan adanya listrik, barang belanjaan bisa disimpan di kulkas. Biasanya memasak nasi dengan tungku, harus cari kayu api dulu. Sekarang, terbantu dengan listrik bisa memasak nasi dengan magic com," kelakakar pria yang keseharian juga guru honor sekolah dasar ini.

Untuk tiba di Dusun Muara Sako, membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dari Kota Pekanbaru dengan kendaraan roda empat. Setibanya di simpang Langgam, pengendara dapat menikmati jalan aspal yang begitu mulus dengan pemandangan kiri kanan penuh hamparan sawit yang menjulang.

Hingga di kilometer 18, pengunjung akan bertemu dengan simpang Dusun Muara Sako. Dari simpang inilah, pengunjung harus menempuh akses berupa jalan tanah sepanjang 3 kilometer untuk bisa sampai di dusun yang memiliki sumur gas ini.

Kehadiran listrik PLN di Dusun Muara Sako

Setibanya di Dusun Muara Sako, akan disambut dengan rumah-rumah panggung warga berdiri di kiri kanan dusun yang berada di pinggir aliran Sungai Kampar ini. Bangunan-bangunan tua yang dibuat panggung ini tetap saja menjadi langganan banjir saat air sunggai mulai naik, pada musim hujan tiba.

Fasilitas umum berupa Sekolah Dasar (SD) Negeri 04 Langgam berada di tengah-tengah pemukiman penduduk Dusun Muara Sako sejak tahun 1983. Hanya saja, anak-anak Dusun Muara Sako akhirnya banyak yang putus sekolah ketika hendak melanjutkan pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"SMP jauh dari sini, di ibukota kecamatan. Sementara masyarakat di sini kehidupannya masih dibawah rata-rata, anak-anak harus berjalan kaki dari dusun ini untuk ke sekolah," tuturnya lirih.

Untuk itu juga, sebagai Ketua RW yang baru menjabat dua tahun, besar harapan Bakri agar Dusun Muara Sako dapat lebih diperhatikan, baik oleh pemerintah setempat, maupun oleh perusahaan migas juga sawit yang beroperasi di Dusun Muara Sako.

Disampaikan Bakri, berbagai usaha dilakukan warga Dusun Muara Sako agar kehidupan dusunnya dapat sejahtera. Menyampaikan aspirasi ke pemerintah juga kepada wakil rakyat serta kepada perusahaan yang berada di dusun mereka.

"Setakad ini baru PT EMP Bentu Ltd yang membantu, mulai dari membangun tempat wudhu di musala hingga penerangan listrik PLN ini. Sebelum adanya listrik PLN ini, pernah ada lampu dari tenaga surya dari Pemkab Pelalawan, hidupnya ketika malam hari saja," kisahnya.

Bakri berharap, Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Dusun Muara Sako dapat saling bekerjasama dalam memajukan Dusun Muara Sako.

"Kami berharap pemerintah dan perusahaan dapat bersinergi agar masyrakat Dusun Muara Sako ini semakin sejahtera. Sejak berdiri, jalan sepanjang 3 kilometer di dusun ini belum pernah diaspal. Kami berharap dapat lebih diperhatikan. Juga kepada perusahaan, agar dapat memperkerjakan penduduk asli Dusun Muara Sako ini, warga tempatan," harapnya.

Amru Mahali, GPA Manager EMP dalam keterangan resminya kepada RIAUONLINE.CO.ID menyampaikan, EMP Bentu Ltd mulai melakukan pengeboran sumur gas baru di Dusun Muara Sako pada tahun 2013.

Saat ini, terdapat dua sumur gas di dusun yang masuk ke dalam wilayah Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, tersebut. Keduanya adalah Sumur Seng-1 dan Seng-3.

Untuk mendukung pembangunan di Dusun Muara Sako, bekerja sama dengan Pemkab Pelalawan, EMP Bentu Ltd membangun fasilitas dan jaringan listrik di Dusun Muara Sako.

Fasilitas yang dibangun antara lain mulai dari tiang listrik, jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR) serta travo, agar listrik bisa dinikmati warga Muara Sako. Setelah seluruh fasilitas pendukung selesai, jaringan listrik sepanjang 3,2 KM tersebut diserahkan kepada Pemkab Pelalawan.

Selanjutnya, Pemkab Pelalawan bekerja sama dengan PLN untuk mengalirkan listrik ke 40 rumah warga di sana.

"Akhirnya sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun 2017 lalu, warga Dusun Muara Sako sudah “merdeka” dari kegelapan dan bisa menikmati listrik sebagaimana warga masyarakat lainnya di Kabupaten Pelalawan. Bahkan, EMP Bentu Ltd menggandeng Badan Dakwah Islam (BDI) ikut menyumbang pemasangan meteran listrik di Masjid Muara Sako," ungkapnya.

EMP Bentu Ltd, lanjutnya, tetap berkomitmen mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Pemasangan jaringan dan fasilitas listrik di Dusun Muara Sako ini misalnya, merupakan wujud partisipasi EMP Bentu Ltd mendukung program Pelalawan Terang yang digagas oleh Bupati Pelalawan HM Harris.(DaraFitria)