Aktual, Independen dan Terpercaya


Kronologis Warga Indragiri Hilir Diterkam Harimau

Yanti-dan-Relokasi-Harimau-Sumatera.jpg
GEOPIX ASIA
BERSAMA Tim Tiger Rescue Unit BKSDA Bengkulu, drh Yanti, merelokasi dua ekor harimau Sumatera, 28 Oktober 2015 lalu. Seekor harimau Sumatera korban jerat pemburu liar di perkebunan sawit, satu lagi korban konflik manusia dengan dugaan untuk dikonsumsi.

RIAUONLINE, PEKANBARU - Konflik Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) dengan manusia kembali terjadi di Indragiri Hilir. Seorang warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Indragiri Hilir, Riau. 

Mardian diterkam seekor Harimau Sumatera, di Sungai Rawa, Simpang Gaung. Korban berhasil menyelamatkan diri namun mengalami luka cukup serius akibat gigitan harimau.

"Korban mengalami luka gigitan pada bagian punggung belakang sebelah kanan dan luka gigitan pada bagian kepala," kata Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hilir, Ajun Komisaris Besar Christian Rony Putra, Ahad, 3 Maret 2019.

 

Rony mejelaskan, peristiwa bermula saatKorban Mardian bersama dua rekan lainnya Bujang dan Nahar, sedang bekerja menggesek kayu di hutan yang berada di Sungai Rawa, tidak jauh dari Desa Simpang Gaung.

"Tiba-tiba Korban Mardian berteriak meminta tolong," ujarnya.

Saat itu pula rekan korban, Nahar melihat korban diterkam oleh seekor harimau. Melihat rekannya bergumul dengan harimau, satu teman lainnya Bujang berusaha menolong korban dengan tangan kosong, sementara Nahar pergi mencari bantuan warga.

"Tak lama warga datang, korban masih berada dalam terkaman harimau," ujarnya.

Korban akhirnya berhasil melepaskan diri dari cengkraman harimau setelah melakukan perlawanan dengan menendang harimau, sehingga satwa tersebut melepas korban dari cengkraman. Selanjutnya warga mengevakuasi korban menuju Desa Pungkat yang jaraknya lima jam perjalanan sungai.

 

"Sesampainya di Desa Pungkat Korban dan para saksi langsung meminta bantuan kepada warga untuk mengevakuasi Korban yang telah mengalami luka cukup parah dan selanjutnya langsung di Rujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapat Penanganan Medis."

Penyerangan harimau terhadap manusia di Indragiri Hilir cukup sering terjadi, Maret tahun lalu, dua warga pelangiran tewas diterkam harimau, namun pada akhirnya petugas Balai BKSDA Riau bersama TNI dan kepolisian berhasil mengevakuasi harimau sumatera tersebut.