Aktual, Independen dan Terpercaya


Ada Kabut Asap Di Pekanbaru. BMKG Sebut Wilayah Penghasilnya

KABUT-ASAP-RIMBO-PANJANG.jpg
RIAUONLINE.CO.ID/IZDOR
Kabut asap cukup tebal juga dirasakan masyarakat Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Staf analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulyanto membeberkan penyebab asap tipis yang melanda Pekanbaru pagi tadi.

Asap itu berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam dua hari terakhir dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Iya, itu memang asap. Tapi kiriman dari Meranti," katanya, Minggu, 03 Maret 2019.

Meskipun mendapatkan kiriman asap, Pekanbaru masih dalam batas normal. Dengan jarak pandang delapan kilometer.

Sehingga belum menganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru," jarak pandang masih delapan kilometer. Belum mengganggu penerbangan," ujarnya.

BMKG Stasiun Pekanbaru saat ini memperkirakan bahwa titik panas tertumpu di Pulau Rupat Bengkalis menyebar hingga ke Kabupaten Kepulauan Meranti.

Total 43 titik panas yang mengindikasikan Karhutla di seluruh Riau. 27 titik berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. 13 titik panas di Pelalawan, dua titik di Bengkalis dan satu lainnya di Indragiri Hilir.

Kemudian, 31 titik diindikasikan adanya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. Dari angkat itu, 22 titik api terpantau di Meranti, delapan di Pelalawan serta satu di Bengkalis.