Aktual, Independen dan Terpercaya


Demi Syamsuar, 3 Pria Asal Siak ini Rela Jalan Kaki Sejauh 120 Km

3-Pria-Asal-Siak-ini-Rela-Jalan-Kaki-120-Km.jpg
(Azhar Saputra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Harun, Arno dan Abidin kini telah lega. Nazar sudah tuntas dilaksanakan sehingga ketiganya bisa bebas kembali ke rumah mereka masing-masing.

Tiga pria asal Desa Tumang, Kecamatan Siak ini mengaku memiliki nazar berjalan kaki dengan jarak tempuh 120 km apabila Syamsuar telah resmi menjadi orang nomor satu di Riau. Nazar itupun berhasil ditunaikan dalam tempo 30 jam.

"Akhirnya nazar saya terbayarkan," ucap salah satu pejalan kaki, Harun, Senin, 25 Februari 2019.

Harun pun berkisah, sangat mengidolakan sosok Syamsuar. Baginya, sosok pria beranak tiga ini terbukti membawa perubahan bagi kampung mereka. Jauh, dari sebelum menjabat sebagai Bupati dua periode tersebut.

"Saya kenal beliau semenjak menjadi Camat. Bukan Bupati. Kampung kami itu bukan apa-apa. Tapi dengan kepemimpinannya jalan kampung yang semula ditempuh 9 km dan memakan waktu 1 malam, kini mulus dan bisa lewat hanya dengan waktu 25 menit kalau mau ke kota," jelasnya.

Padahal, Harun tidak memiliki jabatan apa-apa di kampung. Seperti kepala desa ataupun tokoh masyarakat. Hanya rakyat biasa. Namun tekatnya sudah bulat jika Syamsuar terpilih, nazarnya ini harus ditunaikan.

Harun dan kawan-kawan mengaku memulai perjalanan dimulai di Kecamatan Sugai Mandau Kabupaten Siak. Sore hari pukul 17.00 WIB, Sabtu, 24 Februari 2019," Kalau siang hari kami tak tahan, panas. Jadi istirahat saja. Selain itu tiap 5 km kami istirahat. Kalau untuk makan dan istirahat selalu di Mesjid,"jelasnya kembali.

Logistik seperti makanan, obat-obatan dan perizinan tinggal di Mesjid didukung penuh oleh para dermawan yang mengirinya berjalan kaki. Ambulans dan kendaraan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang nantinya menimpa mereka saat di perjalanan.

Sambil membawa sehelai bendera merah putih dan menggunakan seragam sewarna, perjalanan mereka mulai. Sekali-kali. Harun mengaku tapak kakinya sakit akibat sandalnya 'kemasukan' kerikil yang berukuran kecil-kecil. Namun segera di bersihkan agar tidak mengganggu perjalanan.

"Lecet di tapak juga ada. Kaki kiri ini bengkak juga. Kalau dibawa duduk kemudian berdiri, sakitnya rasanya. Tapi tidak apa-apa. Nazar terbayar lunas. Tidak ada pesan buat Pak Syamsuar. Yang penting Nazar terbayar," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar menilai aksi seperti ini bukan yang pertama kali baginya. Selama menjabat Bupati Siak. Hal serupa sudah terjadi sebanyak dua kali. Walaupun demikian dirinya tetap berterimakasih atas upaya dari Harun, Arno dan Abidin yang rela menempuh perjalanan yang sangat melelahkan itu.

"Memang semangat orang Siak itu beda. Waktu tahun 2011 juga ada yang seperti ini. Si Jon panggilannya. Waktu saya menang pilkada ke-dua juga ada. Saya ucapkan terimakasih. Doakan kami agar Riau nanti lebih maju lagi. Sampaikan salam saya dari keluarga. Ada sesuatu yang perlu kasih tahu, saya terharu," jelasnya.

Begitu selesai menunaikan Nazar dan bertemu langsung oleh sosok idola mereka. Tanpa sungkan, Syamsuar langsung membawa sahabat barunya itu ke ruangan pribadinya dan ditutup pulang dengan membawa cedera mata.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id