Aktual, Independen dan Terpercaya


Waspada! Potensi Karhutla Pesisir Riau Tinggi

Ilustrasi-Api-karhutla.jpg

RIAUONLINE, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan potensi kebakaran lahan di wilayah pesisir Riau cukup tinggi.

"Potensi kebakaran di pesisir besar karena saat ini tengah mengalami peralihan musim menuju kemarau," kata Analis BMKG Pekanbaru, Yasir kepada Riauonline di Pekanbaru, Rabu, 13 Februari 2019. 

Dia menjelaskan bahwa peralihan musim dari penghujan menuju kemarau saat ini sedang melanda wilayah pesisir tersebut. Kondisi yang juga disebut pancaroba itu menyebabkan minimnya curah hujan disertai panas.

Akibatnya, wilayah pesisir yang mayoritas tanah berkontur gambut itu menjadi kering dan mudah terbakar.

Sementara itu, dia menuturkan jika puncak musim kemarau sendiri diprediksi akan berlangsung pada pertengahan Februari hingga April mendatang.

"Ini yang perlu diwaspadai," ujarnya.

Hari ini, BMKG mendeteksi sebanyak 49 titik panas sebagai indikasi terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Provinsi Riau.

Seluruh titik panas yang terdeteksi melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua, Rabu tersebut melonjak tajam dalam 24 jam terakhir setelah pada Selasa kemarin hanya terdeteksi 11 titik panas. 

"Dari 49 titik panas, 34 diantaranya terdeteksi di Kabupaten Bengkalis," kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin.

Selain Bengkalis, titik panas juga terdeteksi di Kota Dumai sebanyak sembilan titik, tepatnya di Kecamatan Dumai Barat. Titik panas lainnya turut terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak empat titik. Titik panas lainnya turut terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak dua titik. 

"Secara geografis keempat wilayah yang terdeteksi titik panas itu berada di pesisir Provinsi Riau," ujarnya. 

Bibin menuturkan dari 49 titik panas tersebut, 40 diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya Karlahut dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. 

"Titik-titik api berada di Bengkalis 31 titik, Dumai, tujuh titik dan Meranti dua titik," urainya. 

Dalam dua pekan terakhir, BMKG terus mendeteksi kemunculan titik-titik api. Mayoritas titik api menyebar di wilayah pesisir, yang saat ini mengalami musim kering dengan intensitas hujan minim.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id