Aktual, Independen dan Terpercaya


Polemik Lonjakan Angka Kemiskinan, BPS Bongkar Kesalahan Sekdaprov Riau

Kepala-BPS-Riau-Aden-Gultom.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom membeberkan apa saja kesalahan yang dilakukan oleh Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi pasca pengungkapan peningkatan angka kemiskinan Riau untuk tahun 2018 pada Senin, 31 Desember 2018 silam.

Hijazi saat itu membeberkan refleksi akhir tahun 2018. Dimana, dirinya menyebutkan bahwa telah terjadi peningkatan angka kemiskinan Riau untuk tahun 2018, jika dibandingkan dari tahun 2017 silam.

Pada tahun 2017 angka kemiskinan Riau berada pada 496.390 jiwa. Namun ditahun 2018 meningkat menjadi 500.400 jiwa.

"Data dari kita itu bahwa kemiskinan itu dihitung BPS sebanyak 2 kali dalam setahun. Bulan Maret dan September. Tapi kenapa yang di Maret saja yang disebutkan," katanya, Rabu 2 Januari 2018.

Menurutnya, pemaparan untuk dua bulan ini perlu disajikan karena dapat menggambarkan kondisi penduduk miskin pada awal tahun untuk bulan Maret. Sedangkan September dapat menggambarkan kondisi di akhir tahun.

"Kenapa, karena di Maret itu tingkat kemiskinan lebih tinggi dari September. Itu karena raskin (beras miskin) belum tersalurkan ke semua desa. Umumnya tersalurkan di bulan lima (Mei). Kita harus fair membuka ini semua," jelasnya.

"Kami gambaran bahwa orang miskin itu berubah sedikit saja kondisi ekonominya pasti menjadi miskin. Seperti misalnya anak sakit. Itu bisa perginya ke ekonomi. Kondisi seperti ini terjadi di sektor pertanian dan perikanan,"tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi menyebutkan bahwa telah terjadi peningkatan angka kemiskinan Riau untuk tahun 2018 jika dibandingkan dari tahun 2017 silam.

Padahal di tahun lalu, angka kemiskinan Riau berada pada 496.390 jiwa. Namun di tahun ini meningkat menjadi 500.400 jiwa.

"Untuk tahun 2018 angka kemiskinan Riau naik menjadi 500.400 jiwa. Naik dari tahun 2017 yang hanya berada di 496.390 jiwa," katanya, Selasa, 1 Januari 2019.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id