Sinergi Mempertahankan Produksi dan Sharing Knowledge Usaha Hulu Migas

SKK-Migas.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAUONLINE,PEKANBARU - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (SKK Migas Perwakilan Sumbagut) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Wilayah Riau terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia di sektor Migas.

KKKS tersebut diantaranya PT. Chevron Pacific Indonesia, BOB PT. BSP – Pertamina Hulu, SPR Langgak, PT. Pertamina EP Asset 1 Field Lirik, PT. Pertamina Hulu Energi Siak, PT. Pertamina Hulu Energi Kampar, EMP Bentu Ltd, EMP Malacca Strait SA dan EMP Kerinci Baru Ltd.

Tajak Sumur Segat-5 KKKS EMP Bentu Ltd di wilayah Kabupaten Pelalawan yang dihadiri Bupati Kabupaten Pelalawan HM. Harris, Anggota DPRD Provinsi Riau dan Perwakilan SKK Migas Sumbagut

Dalam bincang-bincang migas kepada media yang dilaksanakan pada awal bulan November 2018, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Hanif Rusjdi menyampaikan bahwa pengeboran dan Teknologi adalah upaya-upaya yang dilaksanakan oleh KKKS dalam mempertahankan bahkan meningkatkan produksinya.

Kegiatan Pengeboran di KKKS terdapat 2 jenis yaitu Pengeboran Eksplorasi dan Pengeboran Pengembangan.

Pengeboran Eksplorasi merupakan pengeboran yang bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya suatu cekungan mengandung minyak dan atau gas bumi. Keberhasilan pengeboran eksplorasi akan berefek ganda, selain dapat menambah produksi Migas juga menambah cadangan Migas Indonesia.

 Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Muhammad Atok Urrahman , Perwakilan SKK Migas Sumbagut dan Manajemen KKKS di Wilayah Riau saat mengunjungi Stan SKK Migas dalam Pameran Pekanbaru Raya Fair & Expo tahun 2018

"Dari 9 sumur target pengeboran eskplorasi di Riau untuk Tahun 2018, telah dilakukan pengeboran sebanyak 3 sumur, dimana salah satu sumur tersebut, Sumur Kumis-2 KKKS PHE Siak berhasil menemukan cadangan minyak," ungkap Hanif.

General Manager PHE Siak, Rizaldi Winant, menyampaikan bahwa PHE Siak selain berupaya mempertahankan produksi dari lapangan eksiting juga aktif mencari cadangan migas baru untuk kelanjutan.

Pada Bulan Maret 2018, PHE Siak telah melakukan pengeboran eksplorasi Kumis-2 dengan temuan sumber daya in-place sebesar 9,64 Million Barrels of Oil (MMBO) atau sumber daya terambil sebesar 1,90 MMBO (recoverable). KKKS PHE Siak juga berhasil mencatat rata-rata produksi minyak pada September 2018 sebesar 1.870 bopd atau 102,5 % dari target yang ditetapkan pada periode yang sama sebesar 1.787 bopd.

 Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagut Evy Yanti saat memberikan penjelasan kepada Gubernur Riau Wan Tamrin Hasyim terkait Kegiatan Hulu Migas di Provinsi Riau saat mengunjungi stan SKK Migas dalam Pameran Riau Expo tahun 2018

Pengeboran Pengembangan dilaksanakan oleh KKKS dalam rangka untuk meningkatkan atau mempertahankan produksi yang sudah ada dari lapangan eksisting. Sedangkan untuk sumur gas, kegiatan pengeboran merupakan upaya untuk memenuhi komitmen kontrak yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh Masyarakat.

KKKS EMP Bentu Ltd salah satu KKKS yang memproduksi gas memiliki komitmen pengeboran pengembangan sebanyak 4 sumur yaitu Segat 5, Segat 7, Segat 8 dan Seng-4. General Manager EMP Bentu Ltd, Eppy Gustiawan menyampaikan bahwa EMP Bentu memiliki komitmen untuk menyalurkan gas ke PLN dan city gas di Kota Pekanbaru.

"Alhamdulillah kami saat ini sedang melaksanakan pengeboran Segat-5, sebagai upaya untuk menyalurkan gas ke PLN guna menghasilkan energy listrik yang bisa dinikmati seluruh masyarakat Riau," ungkap Eppy Gustiawan.
"Dahulu listrik di Riau sering padam, namun dengan kontribusi gas yang kami berikan, suplai listrik tetap terjaga ke masyarakat, disamping itu gas dari EMP Bentu Ltd juga dimanfaatkan untuk city gas atau penyaluran gas ke rumah-rumah yang tentunya lebih efisien dan praktis bagi masyarakat," lanjutnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Hanif Rusjdi saat memberikan materi dalam seminar dan Workshop Nasional Sustainbale Development Goals pada tanggal 17 Oktober 2018 di Medan, Sumatera Utara

Teknologi juga merupakan salah satu upaya KKKS dalam meningkatkan atau mempertahankan produksi Migas. General Manager External Affairs PT CPI Winu Adiarto menegaskan bahwa, teknologi merupakan salah satu keunggulan kompetitif PT CPI dalam mengoperasikan lapangan migas secara efektif dan efisien.

Di antaranya, penerapan teknologi injeksi uap di Lapangan Duri dan injeksi air di Lapangan Minas dan berbagai lapangan lain yang mampu menjaga posisi PT CPI sebagai penyumbang utama produksi migas nasional.

"Terobosan lain yang terbaru adalah keberadaan fasilitas Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) di Minas yang kian mendorong efisiensi dan produktivitas operasi kami," kata Winu.

Fasilitas IODSC merupakan pusat optimisasi yang terintegrasi sehingga mendukung pengambilan keputusan operasional secara tepat dan cepat. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi dan kolaborasi lintas fungsi untuk mencapai optimalisasi nilai di seluruh elemen operasi hulu migas sehingga meningkatkan keselamatan, produktivitas, efisiensi energi, penghematan biaya, dan pengambilan keputusan. 
Upaya optimisasi dan peningkatan kinerja juga dilakukan PT CPI melalui inisiatif Lean Sigma. Inisiatif ini mampu menghasilkan nilai manfaat yang sangat signifikan setiap tahunnya.

"Semua upaya yang dilakukan PT CPI bertujuan agar operasi migas lebih efisien dengan tetap menjaga produktivitas agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan Pemerintah Indonesia,’’ tutur Winu.

Disisi yang lain, dalam menunjang kegiatan di lapangan, SKK Migas Perwakilan Sumbagut juga aktif dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada Pemerintah Daerah, Masyarakat, Mahasiswa, Pelajar maupun stakeholder lainnya.

Dalam beberapa kesempatan, tidak hanya di Provinsi Riau Perwakilan SKK Migas juga aktif memberikan sosialisasi kegiatan hulu migas di Wilayah Sumbagut yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Sosialisasi dan edukasi dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan rencana kerja kegiatan eksplorasi dan eksploitasi serta kegiatan-kegiatan dalam rangka mendukung program stakeholder di daerah.

Salah satu bentuk kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan dalam rangka mendukung program Pemerintah Daerah tersebut adalah antara lain mengikuti Pameran-Pameran yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah seperti Dumai Expo 2018, Pekanbaru Expo 2018, Pelalawan Expo 2018, Riau Expo 2018 dan Pekan Inovasi Sumut 2018.

Dalam pameran-pameran tersebut, SKK Migas Perwakilan Sumbagut secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa di daerah operasi KKKS. Antusiasme masyarakat umum untuk mengikuti edukasi sangat besar disetiap pamerannya.

"Alhamdulillah, disetiap pamerannya SKK Migas Perwakilan Sumbagut selalu mendapat apresiasi dan atensi dari Pemerintah Daerah dan masyarakat yang mengunjungi stan SKK Migas – KKKS sehingga disetiap pamerannya selalu mendapat penghargaan berupa Juara/Stand Favorit," Ujar Evy Yanti, Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut.

Selain melalui pameran, SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama KKKS juga selalu memberikan sosialisasi kepada Pemangku Kepentingan sebelum dilaksanakannya kegiatan eksplorasi dan Eksploitasi seperti Survei Seismik dan Pengeboran.

Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut Haryanto Syafri saat memberikan Sosialisasi Kegiatan Hulu Migas kepada Dosen dan Mahasiswa di Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang.
"Sebelum Pengeboran kita wajib memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada para pemangku kepentingan sebagai upaya dan bentuk keterbukaan informasi mengenai pengeboran/seismik dalam kegiatan hulu migas agar operasional di lapangan berjalan aman dan lancar," ungkap Haryanto Syafri, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut.

Selain sosialisasi pengeboran, SKK Migas Perwakilan Sumbagut juga aktif memberikan kuliah umum, Workshop dan menjadi Narasumber dalam berbagai seminar baik lokal maupun Nasional. Salah satu contoh adalah memberikan materi dalam Seminar Nasional tentang “Sustainable Development Goals” yang diselenggarakan oleh Universitas Trisakti dengan audiens Pemerintah Daerah, Akademisi, Wartawan, Mahasiswa dan masyarakat umum.

SKK Migas Perwakilan Sumbagut menyampaikan manfaat Kegiatan Usaha Hulu Migas bagi Pembangunan khususnya di daerah seperti adanya Dana Bagi Hasil, Pajak Daerah, Program Pengembangan masyarakat serta Pemberian Participating Interest 10 % untuk BUMD Daerah sehingga diharapkan adanya keterlibatan daerah dalam pengelolaan Migas.

SKK Migas Perwakilan Sumbagut – KKKS berfoto bersama seusai kegiatan Forum Humas SKK Migas - KKKS Wilayah Sumbagut dengan tema “Sharing Session Regulasi Perizinan Kawasan Hutan dan Pengadaaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum” yang dilaksanakan di Pekanbaru

Dengan demikian harapannya Pemerintah Daerah dan masyarakat mendukung kegiatan operasional KKKS sehingga program eksplorasi dan eksploitasi KKKS sebagai komitmen kepada pemerintah berjalan dengan lancar dan sesuai jadwal guna tercapainya/terpenuhinya target produksi migas sesuai dengan APBN. (advetorial)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online, 

Follow Instagram riauonline.co.id