Aktual, Independen dan Terpercaya


Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Inhil Berhasil Dievakuasi

penyelamatan-harimau-inhil4.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/HASBULLAH TANJUNG)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berhasil menyelamatkan dan mengevakuasi harimau sumatera yang terjebak di kawasan Pasar Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir.

Harimau malang tersebut telah terjebak di kawasan pasar tepatnya kolong-kolong ruko selama tiga hari terakhir.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono di Pekanbaru, Sabtu 17 November 2018 mengatakan si raja rimba tersebut berhasil dievakuasi setelah proses pembiusan tahap kedua dilakukan pada dinihari tadi.

"Saat ini harimau sumatera sudah berada di kandang evakuasi," kata Haryono.

Ia menjelaskan bahwa proses penangkapan yang telah memakan waktu selama tiga hari sejak Rabu 14 November 2018 itu berhasil dilakukan setelah petugas berhasil membius harimau sumatera dewasa tersebut sekitar pukul 01.48 dinihari tadi.

Pembiusan tahap kedua itu dilakukan saat si kucing besar tersebut tengah terjebak di kolong-kolong gedung rumah toko kawasan Pasar Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

"Sekitar pukul 01.48 tim BBKSDA Riau berhasil melakukan pembiusan harimau di kolong Ruko Pulau Burung," ujarnya.

Pasca dibius, harimau tersebut selanjutnya tertidur akibat pengaruh obat. Pada waktu bersamaan, tim BBKSDA Riau langsung berupaya membongkar sebagian pondasi lantai Ruko hingga si karnivora atau hewan pemakan daging itu berhasil dievakuasi ke kandang.

Lebih jauh, Haryono menjelaskan dari pemeriksaan tim medis yang terdiri tiga dokter hewan itu menyatakan bahwa harimau yang terjebak di kawasan pasar tersebut merupakan harimau jantan dengan usia tiga tahun. Saat ini tim medis masih terus melakukan observasi dan pemeriksaan kesehatan terhadap satwa yang mulai kehilangan habitatnya itu.

Sebuah peristiwa langka terjadi saat seekor harimau dewasa tiba-tiba masuk ke kawasan pasar di Indragiri Hilir, Rabu 14 November 2018 pagi lalu.

Haryono menduga bahwa harimau tersebut berasal dari kawasan semak belukar yang berlokasi tidak jauh dari pasar itu. Ia menjelaskan tidak jauh dari kawasan pasar terdapat semak belukar seluas empat hektare yang selama ini dikenal sebagai salah satu tempat persembunyian harimau. (**)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id