Aktual, Independen dan Terpercaya


Prabowo Dimata Miftah, Usai Tempeleng Anak Buah, Minta Maaf, Uang Sangu Mengalir (3)

Miftah-Nur-Sabri.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE - Pada Rabu, 17 Oktober 2018 lalu, Calon Presiden Prabwo Subianto tepat berulang tahun ke-67. Bagi seorang Miftah N Sabri, anak Riau yang dibesarkan di Kota Dumai, sangat beruntung mengenal secara dekat Prabowo dan pasangan Cawapresnya, Sandiahga S Uno. 

Kepada RIAUONLINE.CO.ID, Caleg Gerindra untuk DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Riau 1 ini menuliskan kisah tersebut. Berikut tulisannya yang telah diedit tanpa mengubah alur, hanya ejaan yang salah saja. 

Jika saat di dunia militer, ia pakai disiplin militer tingkat tinggi. Ia ikuti semua aturan berlaku di militer tersebut, rule of the game, path karier. Maka ketika alam demokrasi menerpa Indonesia, ia segera beradaptasi. Ia masuk ke dalam sistem politik sipil.

Sebagai anak didikan Ilmuwan Cendikiawan berpendidikan Barat yang sangat demokratis dan berfikiran terbuka, tentu hal ini tidak asing bagi kehidupannya. Ia kemudian masuk ke dalam perjuangan sipil dengan menggunakan jalur partai politik.

Ibarat Ike Eisenhower, jenderal veteran pimpinan sekutu dalam perang dunia. Setelah pensiun dari militer, Jenderal Ike terjun ke dunia politik jadi politisi sipil lewat partai dan kemudian menjadi presiden.

Oya, tentang sikap kerasnya dalam dunia militer. Ini perlu saya paparkan sedikit. Kerap menjadi rumor dan dijadikan gunjingan untuk menyerang pribadi beliau.

Saya ceritakan sedikit, sebelum kita lanjut. Kalaupun bukan rumor, ceritanya tapi dipotong setengah-setengah. Cerita beliau menempeleng anak buah dijadikan bumbu bahwa dia impulsif, otoriter, dan temperamental.

Padahal jika kita runut dengan agak tenang. Atasan militer mana yang tidak menempeleng anak buahnya yang salah fatal? Ini dunia militer. Bukan ormas, perusahaan, apalagi start up digital.

Di militer, pertaruhan Anda bukan untung rugi atau menang kalah. Tapi adalah hidup dan mati. Proses seperti itu harus dilewati seseorang yang dengan sadar memilih jalan hidup dengan karier ini.

Dalam konteksnya sebagai komandan pasukan khusus, siapapun komandan terbaik saat itu akan melakukan hal demikian. Dia ditempeleng jika salah dan menempeleng jika anak buah salah. Toh ada guyon dari anak buahnya, jika sudah kena tempeleng Prabowo, maka alamat karier atau rejeki akan segera membaik.

Ada seorang jenderal aktif bercerita. Suatu kali, ia melakukan kesalahan cukup fatal di Timor Timur. Kena tempeleng lah dia. Selepas menempeleng, Prabowo naik ke heli.

Tak lama hendak heli lepas landas, Prabowo kembali turun. Jenderal mantan ajudan presiden RI di kemudian hari ini pun kembali risau.

Ada apa ini, kok komandan turun lagi. Prabowo turun lagi dari helikopter. Yang terjadi adalah, "eh, sakit ya tadi, udah, maafin saya, ini supaya kamu lebih baik, ini uang saku tambahan,kalau kamu sakit, untuk berobat". Senanglah sang anak buah. Terbukti kemudian hari, "fruit boy" nya ini berhasil di kemiliteran dan sekarang memiliki bintang lebih dari satu.

Karena kode etik cerita dan melindungi keamanan narasumber, tidak bisa saya sebutkan terang-benderang nama jenderal itu di sini. Takut keriernya nanti semakin moncer pula haha...

Kebiasaan ini jadi semacam pameo di mata sersan-sersan selon di kalangan Kopassus. Jika habis uang bulanan, pura-pura buat kesalahan di depan Prabowo, supaya kena tempeleng, dan dapat bonus tambahan selepas itu. Ini maksud saya di atas. Ceritanya jadi rumor tak terkendali, tidak utuh, dan melebihi kejadian aslinya.

Jadi saya lebih senang dengan istilah yang kemudian hari ia kemukakan. Dia sentimentil bukan otoriter. Spektrum jiwanya begitu luas. Jika ia marah, ya dia ga tanggung-tanggung. Orang akan begidik. Namun jika dia sudah terharu, kadang orang yang didekatnya suka dibuat bingung. Jika ia sayang seseorang, orang tersebut pasti akan mendapatkan keberuntungan hidup.

***

Duh masih panjang yang hendak saya ceritakan. Rasanya sudah melewati syarat minimal menulis di linimasa. Maklum generasi sekarang katanya pembosan dan tak bisa baca lama-lama. Saya sudahi dulu cerita saya. Nanti saya lanjutkan. Kalau semua ditulis sekarang, saya ga ditunggu-tunggu lagi. Hehehe

Dirgahayu 67 Bapak Prabowo Subianto. Semua orang ada masanya. Setiap masa ada orangnya. Semoga Allah meridhai sisa usiamu. Dan (dengan izin Allah semoga) sekarang adalah masanya!

Go Go Prabowo Go!
Run Bapak Run! 
Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia.

Selamat Ulang Tahun Bapak