Projo Riau Bantah Semua Kepala Daerah Teken Dukungan Buat Jokowi

Jokowi-projo.jpg
(SUARA.COM)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Panitia Pelaksana Deklarasi Relawan Jokowi bersama Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau Terpilih dan Bupati/Walikota se-Riau, HM Syahrin, membantah ada 12 kepala daerah yang membubuhkan tanda tangannya saat acara tersebut, Rabu, 10 Oktober 2018 silam.

Syahrin menjelaskan, tanda tangan kepala daerah tersebut berjumlah 9 orang diberikan guna mendukung pasangan Calon Presiden Joko Widodo-KH Maruf Amin dalam perhelatan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Saya membantah kebenaran dari tanda tangan di atas kertas itu. Itu tidak benar. Itu biar saja dijadikan bukti sama Bawaslu," katanya usai pemanggilan, Senin, 15 Oktober 2018.

Ia mengatakan, ucapannya itu beralasan. Pasalnya, dalam surat tersebut telah dibubuhi tanda tangan sebanyak 12 kepala daerah. Padahal, tuturnya, kepala daerah yang datang saat deklarasi tersebut hanya 9 orang, kurang dari 12 Bupati ataupun Walikota.

"Tanda bukti itu tidak benar. Itu kan jelas-jelas diteken semua orang. Padahal yang datang cuma 9 orang. Tiga lainnya tidak datang," tegasnya.

 

Tanda tangan yang sebenarnya, ujarnya, ialah tanda tangan yang berada di atas spanduk berukuran 2x2 meter.

Dalam spanduk tersebut terdapat tanda tangan Bupati Siak sekaligus Gubernur Riau terpilih, Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau Terpiluh, Edy Natar Nasution.

Kemudian, Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Wali Kota Dumai Zulkifli AS, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, Bupati Rokan Hilir Suyatno, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Bupati Kampar Aziz Zainal, dan Bupati Indragiri Hilir HM Wardan.

Sedangkan, Bupati Rokan Hulu Sukiman yang juga Ketua DPC Gerindra, Bupati Pelalawan HM Harris dan Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, berhalangan hadir dengan alasan masing-masing.

"Jadi, kita hanya mengikut apa yang kita siapkan. Yang di spanduk. Bukan di atas kertas," pungkasnya.

Sebelumnya, Deklarasi Pembacaan Pernyataan Sikap Kepala Daerah di Riau mendukung Jokowi-Maruf Amin diteken sebanyak 12 orang. Ini dibuktikan dengan beredarnya kertas pernyataan dengan dibubuhkan tanda tangan kepala daerah minus Bupati Inhu, Yopi Arianto.

Ada dua versi beredar di masyarakat. Pertama, ditandatangani Gubernur-Wakil Gubernur Riau terpilih, minus Bupati Siak, Bupati Rokan Hulu Sukiman, Bupati Inhu Yopi Arianto. Sedangkan surat lainnya, lengkap dengan tanda tangan minus Bupati Inhu, Yopi Arianto.