Aktual, Independen dan Terpercaya


Dikepung Cincin Api, Inilah Titik Daerah Rawan Gempa di Indonesia

Gempa-Palu.jpg
(CNN Indonesia/ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)


RIAU ONLINE - Indonesia merupakan salah satu negara yang berada dalam cakupan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), selain negara Selandia Baru, Filipina, Jepang, Alaska, Meksiko, Guatemala.

Kepala Pusat Gempa Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono menjelaskan daerah dalam kawasan cincin api memiliki potensi gempa, tsunami dan aktifnya gunung-gunung berapi.

Indonesia yang dikelilingi cincin api berada pada titik pertemuan lempeng-lempeng tektonik dunia.

Daerah yang menjadi jalur sumber gempa di antaranya meliputi Aceh, Pulau Sumatera ke arah barat di antaranya Nias, Mentawai, dan barat Enggano.

“Terus ke selatan Jawa, terus lurus ke selatan Nusa Tenggara sampai masuk ke wilayah Maluku. Sama juga kalau dari atas itu mulai dari Jepang, Filipina, ke bagian utara Sulawesi di sana, itu daerah-daerah rawan gempa,” ungkap Rahmat, melansir Okezone, Minggu, 14 Oktober 2018.

Sepanjang 2018, setidaknya terdapat lima daerah di Indonesia yang diguncang gempa besar. Di antaranya gempa 6,1 SR di Banten pada 23 Januari 2018. Kemudian gempa Banjarnegara, Solok, Lombok hingga lindu menggoyang Sulawesi Tengah disusul gelombang tsunami pada 28 September.

Okezone mencatat beberapa daerah di Indonesia yang sering diguncang gempa bumi hingga tsunami:

1. Yogyakarta

Selama beberapa dekade terakhir, wilayah Yogyakarta memiliki sejarah gempa yang cukup tinggi. Gempa bumi paling dahsyat di Yogyakarta terjadi pada 27 Mei 2006. Gempa berkekuatan 5,9 SR itu mampu menewaskan sekira 6000 orang meninggal dan menghancurkan puluhan ribu rumah hancur.

Tak hanya itu, gempa bumi di Yogyakarta menjadi catatan sejarah panjang. Pada 23 Juli 1943, gempa melanda Yogyakarta dan menyebabkan 15.275 rumah rusak dan lebih dari 213 orang meninggal. Sejarah gempa bumi Yogyakarta lainnya yang menimbulkan kerusakan adalah gempa bumi Yogyakarta 1867,1875, 1937, 1957, dan 1981.

Belum lama ini, wilayah Gunungkidul diguncang gempa 5,8 SR juga mengguncang wilayah Gunungkidu pada 29 Agustu 2018, pukul 01.36 WIB. Gempa ini terjadi akibat adanya aktivitas Lempeng Indo-Australia. Gempa bumi ini tergolong gempa berkedalaman dangkal.

2. Aceh

26 Desember 2004 menjadi sejarah gempa dahsyat yang terjadi di Aceh disertai gelombang tsunami. Gempa berkekuatan 9,3 SR disusul tsunami menyapu ratusan bangunan di bumi Serambi Makkah. Bahkan, bencana hebat itu telah menewaskan lebih dari 200 ribu jiwa.

Bencana alam yang terjadi puku 08.00 itu berpusat kurang lebih 160 km barat Aceh dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa dan tsunami Aceh ini disebut-sebut sebagai gempa bumi terhebat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Efeknya bahkan hingga merambah pantai barat semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

3. Sulawesi

Bencana gempa yang disusul terjadi juga dirasakan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Palu, Sigi dan Donggala. Gempa kali ini berkekuatan 7,7 SR sekira pukul 17.02 WIB pada 28 September 2018.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) wilayah Sulawesi khususnya Sulawesi Tengah memang sangat rawan dan memiliki potensi gempa bumi yang cukup tinggi karena lokasinya berada di atas patahan sesar Palu-Koro.

Jauh sebelum itu, gempa berpotensi tsunami juga pernah terjadi di wilayah lain di Sulawesi. Pada 1 Desember 1927, gempa berkekuatan 6,5 SR yang berpusat di Teluk Palu mengakibatkan 14 orang meninggal dan 50 orang luka-luka. Ini berasal dari aktivitas tektonik Watusampo. Kemudian, pada 30 Januari 1930 juga terjadi gempa di Pantai Barat Kabupaten Donggala yang disertai gempa tsunami setinggi dua meter.

Pada 14 Agustus 1938, gempa berkekuatan 6 SR berpusat di Teluk Tambu Kecamatan Balaesang Donggala dan menyebabkan tsunami setinggi 8 hingga 10 meter di Pantai Barat Kabupaten Donggala. Bencana ini menewaskan ratusan orang dan seluruh desa di pesisir pantai barat Donggala hampir tenggelam.

Sejarah gempa bumi yang terjadi di Sulawesi lainnya terjadi pada 1994, 1996, 1998, 2005, 2008, dan 2012.

4. Sumatera

Pada Oktober 2009, gempa berkekuatan 7,9 SR terjadi di Bengkulu disusul rentetan gempa lainnya di Jambi dan Padang, Sumatra Barat. Bencana ini bukanlah yang pertama terjadi di Pulau Sumatera. Sumatera juga memiliki catatan sejarah panjang terkait gempa.

Okezone mencatat ada sekira 20 gempa besar yang berpotensi tsunami dan disusul tsunmai. Diantaranya, pada 1833 gempa berkekuatan 9SR terjadi di Mentawai, kemudian pada 1881 gempa dengan kekuataan 8,5 SR menimpa Nias, dan banyak lagi.

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI menyebutkan, sebelah Barat Sumatera mempunyai banyak sumber gempa, karena posisinya dekat dengan jalur tabrakan dua lempeng bumi, di mana lempeng samudra Hindia bergerak ke arah dan menunjam ke bawah lempeng benua Sumatra.

5. Nusa Tenggara

Lombok menjadi salah satu wilayah di Nusa Tenggara yang sering mengalami gempa. Pada 29 Juli 2018, gempa dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa pukul 05.74 WIB. Gempa susulan juga masih terus berlangsung sekira 66 kali hingga pukul 09.20 WIB.

Kemudian, gempa berkekuatan 6,5 SR kembali mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa terjadi pada 19 Agustus 2018 pukul 11.10 WIB dinyatakan tak berpotensi tsunami. Sebelumnya, beberapa gempa juga terjadi di wilayah Lombok diantaranya pada 1972, 1978, 1979, 2000, dan 2016.