Aktual, Independen dan Terpercaya
ÔĽŅ

Ketua DPW PAN Riau Dukung Jokowi, Irvan Herman: Sanksi Partai Menanti

Wasekjen-PAN-Riau-Irvan-Herman.jpg
(Hasbulah Tanjung)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Riau, Irwan Nasir, ikut serta dalam pembacaan pernyataan sikap mendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan KH Maruf Amin, Rabu, 10 Oktober 2018. 

Tak hanya Irwan Nasir saja, Gubernur Riau Terpilih, Syamsuar, juga kader PAN, ikut dalam acara tersebut. Bahkan, ia sendiri membacakan pernyataan sikap. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Irvan Herman, secara tegas menyatakan, sanksi tegas partai akan menanti kader PAN yang terbukti membelot dalam memberikan dukungan di Pilpres 2019 mendatang.

Untuk diketahui, PAN bersama-sama Demokrat, Gerindra dan PKS mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno. 

Baca Juga: 

Dihadiri Gubri Terpilih, Projo: Terima Kasih Atas Keberanian Pak Syamsuar

 

Seluruh Kepala Daerah Di Riau Ikrarkan Deklarasi Dukung Jokowi

Putra mantan Wali Kota Pekanbaru dua periode, Herman Abdullah ini, menyebutkan setiap partai memiliki AD/ART organisasi yang mengikat setiap kadernya.

"Kalau sanksi tegas pasti ada di setiap partai, kalau memang ada dan terbukti itu akan kita tindaklanjuti," ungkap Irvan, Rabu, 10 Oktober 2018.

Namun, kata Irvan, jika dukungan tersebut hanya sebatas pernyataan dan tidak ada bukti tertulis, maka pihaknya tidak bisa melanjutkan proses.

"Kalau hanya bersikap lisan, kita tidak bisa lanjutkan karena laporan kan harus ada bukti otentik," tambahnya.

Terkait Caleg PAN yang membelot, Irvan menegaskan hal tersebut juga sudah diatur oleh KPU dengan aturan Pergantian Antar Waktu (PAW).

Sebelumnya, Gubernur Riau terpilih Syamsuar yang merupakan kader PAN diperkirakan menghadiri Deklarasi Relawan Jokowi Projo di salah satu hotel di Pekanbaru.

Uniknya, baliho acara yang berada di belakang panggung (backdrop) bertuliskan Deklarasi Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Terpilih Syamsuar-Edy Natar, dihapus menggunakan semacam cat pylox. 

Hal serupa juga terjadi di baliho untuk dibubuhkan tanda tangan terlihat ditutupi, tanpa ada jabatan sebagai kepala daerah, hanya nama saja. 

Sedangkan sebaliknya, di kertas pernyataan dukungan masing-masing kepala daerah, diterima RIAUONLINE.CO.ID, di atas tanda tangan mereka terdapat jabatan sebagai kepala daerah. 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE  

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online, 

Follow Instagram riauonline.co.id