Tol Pekanbaru-Dumai Mangkrak di Internal, Plt Gubri: Saya Kecewa

PLT-GUBRI-WAN-THAMRIN.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kelanjutan pengerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai yang sedang digesa mulai dari seksi I, Rumbai-Minas (9,6 km) dan seksi II, Minas-Petapahan (24,1 km) tak berjalan dengan baik.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengatakan jajarannya harus bertanggung jawab atas mangkraknya pembangunan jalan berbayar ini.

Bahkan, Wan Thamrin mulai geram dengan progres yang seharusnya sudah bisa terlihat, namun masih sama perkembangannya saat April 2018 dirinya melakukan sidak langsung ke lokasi pengerjaan.

Baca Juga Gara-Gara Masalah Ini, Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Tersendat

"Ini kan sama saja dengan cerita lama yang terulang kembali hari ini. Saya benar-benar kecewa. Kita ini berkutat di situ-situ saja," katanya saat memimpin rapat, Rabu, 26 September 2018.

Permasalah itu seperti pelepasan kawasan hutan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di beberapa bagian jalan tol yang digadang-gadang akan memiliki enam seksi ini. Juga penggantian lahan dengan cara konsinyasi yang membutuhkan koordinasi dengan Pengadilan Negeri Pekanbaru sampai ke tingkat Mahkamah Agung.

Belum lagi tak terselesaikannya masalah tumpang tindihnya antara tanah sertifikat rakyat dengan negara diarea Barang Milik Negara (BMN) seperti pertambangan minyak milik PT Chevron Pasifik (PT CPI). Sebagai kontraktor utama, PT Hutama Karya (Persero) bekerja tak sendiri. Dalam pengerjaan Jalan Tol ini juga beberapa OPD turut dilibatkan.

Klik Juga Pemprov Riau Klaim Masalah Sengketa Tol Pekanbaru-Dumai Tuntas

Beberapa OPD itu seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Riau, Badan Pertanahan Nasional Riau, Kejaksaan Riau, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Riau yang semuanya sama-sama menghindar menjadi penyebab mangkraknya jalan tol ini.

"Setelah kita rapat sebelumnya hingga hari ini tidak ada progres yang kita lihat. Kalau proyek ini sampai lambat. Bisa-bisa akan dihentikan," jelasnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id