Bila Direstui Kelola Blok Rokan, Wagub Riau: Dana Ada yang Akan Siapkan

Wagub-Riau.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tanda tanya besar masih menyelimuti sebagian masyarakat Riau usai mendapatkan restu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengelola Blok Rokan sebanyak 70 persen.

Sementara itu, untuk biaya produksi minyak per barel untuk tahun 2013 sampai 2017 mencapai US$ 19,8 per barel.

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Sri Syahril Abubakar mengatakan bahwa pihaknya tidak memikirkan berapa besar biaya yang nanti harus dikeluarkan dalam menjalankan bisnis menjanjikan ini.

Pasalnya, Blok Rokan ini akan banyak mengundang para investor ketika pemerintah daerah sudah mendapatkan izin untuk mengelolanya.

"Untuk modal itu tidak masalah. Nanti akan banyak yang berpartisipasi. Kalau SK nya sudah di tangan saya kira itu ada jalannya. Itu semua sepanjang bisnis to bisnis. Chevron saja menggunakan biaya asing," jelasnya, Senin, 20 Agustus 2018.

Ucapan senada juga disebutkan oleh Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim. Dirinya bahkan tidak memikirkan berapa besar biaya produksi yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah demi mengelola Blok Rokan kedepan.

Baca Juga Begini Upaya LAM Muluskan Langkah Riau Berpartisipasi Kelola Blok Rokan

"Untuk mengenai dana itu sudah ada yang akan menyiapkannya. Dana itu akan datang semuanya. Artinya jangan mengecilkan. Itu akan datang dari segala arah," tegasnya.

Dilansir dari kontan.co.id bahwa untuk biaya yang harus dikeluarkan oleh Pertamina dipastikan cukup besar. Pasalnya biaya produksi minyak per barel di Blok Rokan dari tahun 2013 sampai 2017 saja sudah mencapai US$ 19,8 per barel.

Sementara untuk produksi Blok Rokan yang sempat mencapai 1 juta barel per hari (BPH), saat ini hanya mencapai 200.000 BPH. Pertamina pun punya tugas untuk tetap mempertahankan produk Blok Rokan di kisaran 200.000 barel per hari (BPH) dengan berencana melakukan Enhanced Oil Recovery (EOR) chemical injection full scale.