Salah Penulisan Wilayah, Ini Klarifikasi Direktur Riset PolMark

PolMark-Research-Center-PRC-PolMark-Indonesia.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Setelah beredarnya kesalahan penulisan nama wilayah pada survei PolMark Research Center-PolMark Indonesia terhadap dua pasangan calon Gubernur Riau, Direktur Riset PolMark Indonesia, Eko Bambang Subiyantoro mengklarifikasi kekeliruan itu.

Polmark langsung memperbaiki kesalahan yang dianggap akan berdampak terhadap kridibilitas dari lembaga survei yang didirikan oleh Eep Saefulloh Fatah dan rekanan pada 20 Oktober 2009 di Jakarta itu.

"Staf PolMark Research Center telah melakukan kesalahan pengetikan dalam salah satu slide. Setelah ditelusuri kesalahan hanya pada penulisan nama wilayah dalam salah satu jawaban responden," katanya melalui siaran pers, Rabu, 20 Juni 2018.

Tambahnya, meskipun terjadi kesalahan wilayah dalam salah satu jawaban responden itu, Eko mengatakan bahwa data yang ditunjukkan adalah benar tanpa ada penambahan ataupun malah dilakukan pengurangan oleh tim mereka.

"Datanya sendiri adalah benar, tapi saat dipindahkan dari file Excel ke Keynote untuk presentasi terjadi kesalahan penulisan," jelasnya.

"PolMark Indonesia mempertaruhkan kredibilitas kami berkaitan dengan publikasi hasil survei ini. Seluruh hasil survei yang dipublikasikan sepenuhnya dapat kami pertanggungjawabkan," tegasnya.

Pantauan RIAUONLINE.CO.ID, kesalahan itu terjadi saat penulisan responden pasangan Firdaus-Rusli Effendi baris ke 18 slide ke 24 dari 36 yang memperoleh poin 13.3 persen pada bagian alasan memilih seharusnya dituliskan Riau menjadi Kota Bandung.

Begitu juga terhadap pasangan nomor empat, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno yang mendapatkan angka 8.5 persen. PolMark juga menuliskan hal yang sama pada kolom ke 13 yang seharusnya dituliskan Riau menjadi Kota Bandung.

Selain itu, saat melakukan persentasi di Hotel Premiere, Pekanbaru, pendiri PolMark, Eep Saefulloh Fatah juga memperbaiki langsung kesalahan yang dibuat oleh timnya itu.

Eep saat itu langsung memperbaiki pada bagian elektabilitas paslon dimana kesalahan itu hanya terjadi pada foto paslon dengan data benar yang seharusnya diisi oleh pasangan Lukman Edy-Hardianto, malah diisi oleh pasangan Firdaus-Rusli Effendi.