Aktual, Independen dan Terpercaya


Warga Tolak Waduk, Pemprov Riau: Dulu Mengusulkan, Sekarang Menolak

Sekdaprov-Hijazi2.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan bahwa Provinsi Riau tak memiliki kepentingan sama sekali atas lahirnya ide gagasan pendirian waduk serbaguna Lompatan Harimau di Rokan Hulu.

Menurutnya, pendirian dam tersebut sepenuhnya berada di tangan masyarakat baik itu ide awal sampai pada gagasan penutupannya.

"Dulu mereka yang mengusulkan, sekarang menolak. Provinsi tak punya kepentingan di dalamnya. Provinsi hanya menyerahkan langsung kepada masyarakat," katanya di halaman kantor Gubernur Riau, Rabu, 9 Mei 2018.

Tambahnya, provinsi juga hanya meneruskan harapan masyarakat dari Kecamatan IV Rokan Koto, Rokan Hulu ini agar waduk tidak jadi didirikan pada pemerintah pusat.

"Provinsi hanya memfasilitasi tapi berhati-hati karena ini terkait kebijakan nasional. Kehati-hatian kita ini hanya dalam konteks administrasi kepemerintahan. Bukan keberpihakan," tegasnya.

Hijazi mengatakan, pihaknya akan membuat surat yang akan ditujukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera membatalkan gagasan pendirian waduk serbaguna ini sebagai tindak lanjutnya .

"Oleh karena itu kami akan mengusulkan surat dari Plt Gubernur langsung ke PUPR yang intinya seperti itu," tandasnya.

Baca Juga Tak Ingin Desa Tenggelam Oleh Waduk, Ribuan Warga Geruduk Kantor Gubri

Sebelumnya, masyarakat Kecamatan Rokan IV Koto yang tak ingin desa mereka terendam oleh kehadiran waduk serba guna Lompatan Harimau memaksa Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim untuk membatalkan pelaksanaan pembangunan yang merupakan Program Strategis Nasional (PSN) dari Presiden Joko Widodo tersebut.

Dalam aksinya, masyarakat yang diperkirakan berjumlah 1.500 warga desa itu beranggapan bahawa pembangkit listrik yang mampu menghasilkan potensi energi listrik sebesar 80 megawatt itu akan mematikan seluruh kehidupan mereka.

"Kami meminta kepada Plt Gubernur Riau untuk meneruskan surat penolakan terhadap rencana pembangunan waduk serbaguna Rokan Kiri dari Bupati Rokan Hulu kepada Presiden Republik Indonesia," kata Datuk Gunung Cipang Kiri Hulu, Yesti di halaman luar kantor Gubernur Riau, Rabu, 9 Mei 2018.

Tambahnya, kehadiran dari waduk ini tidak mereka butuhkan karena telah memiliki sumber listrik sendiri, air bersih dan hidup yang layak di kampung halaman.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id