Aktual, Independen dan Terpercaya


Aliansi Penolakan Waduk Rohul: Kenapa Pemerintah Ingin Tenggelamkan Kami?

Mahasiswa-tolak-waduk-Lompatan-Harimau.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/FATMA KUMALA)

LAPORAN: FATMA KUMALA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aliansi Penolakan Waduk Rokan Hulu mendatangi kantor Gubernur Riau untuk menolak pembangunan waduk Lompatan Harimau di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Aliansi ini terdiri dari mahasiswa Universitas Riau, Mapala Universitas Islam Negeri, Universitas Islam Riau, Universitas Lancang Kuning, Himpunan Mahasiswa Islam dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) serta masyarakat Desa Cipang.

Aksi ini dimulai pukul 14.10 WIB. Koordinator lapangan Rian Wahyudi saat berorasi mengatakan krisis energi dan irigasi bukan alasan yang logis untuk menenggelamkan empat desa di Rokan Hulu.

"Aksi ini untuk memperjuangkan hak rakyat, Desa Cipang Raya. Di sana ada berpuluh tempat yang bisa dijadikan tempat wisata. Tapi empat desa akan ditenggelamkan untuk pembuatan waduk lompatan harimau yang dibangun oleh proyek nasional," teriaknya.

Menurutnya kebijakan pemerintah untuk menenggelamkan empat desa tersebut adalah bentuk ketidakberpihakan pemerintah kepada rakyat. Pembangunan waduk lompatan harimau hanya akan menenggelamkan 15 ribu jiwa.

Baca Juga Pak Jokowi, Jangan Tenggelamkan Kampung Kami!

"Hari ini kita dengan tegas menolak pembangunan waduk cipang raya. Di sana ada banyak sumber daya alam. Apalagi pengganti rugian kepada masyarakat juga tidak sesuai dengan harapan," lanjutnya.

Reno, perwakilan mahasiswa Cipang saat berorasi dengan tegas menolak pembangunan waduk lompatan harimau.

"Kami menolak pembangunan waduk. Kami sedih karena pemerintah tidak pro terhadap rakyat. Kenapa pemerintah ingin menenggelamkan kami. Jangankan keringat nyawapun akan kami korbankan untuk memperjuangkan desa kami," teriaknya.

Sementara, Devi perwakilan dari Walhi Riau mengatakan dengan menenggelamkan Desa Cipayang untuk pembangunan waduk lompatan harimau di Rokan Hulu tidak hanya menenggelamkan empat desa, tetapi juga menenggelamkan potensi budaya seperti peninggalan rumah Presiden RI.

"Bangsa yang besar tidak melupakan sejarah. Jika tetap menenggelamkan desa untuk pembangunan waduk artinya akan menenggelamkan rumah Syafrudin Prawira Negara, beliau merupakan presiden yang pernah menggantikan Soekarno pernah menetap di sana untuk beberapa tahun. Lokasinya di Pintu Kuari Desa Cipang Kiri Hulu. Adapun desa yang akan ditenggelamkan adalah Desa Cipang Kiri Hulu, Desa Cipang Kiri Hilir, Desa Tibawan, dan Desa Cipang Kanan," katanya dalam orasi tersebut.

Klik Juga 215 Tanda Tangan Terkumpul dalam Petisi Tolak Waduk Lompatan Harimau

Akan tetapi, aksi dari Aliansi Penolakan Waduk Rokan Hulu ini tidak disambut oleh Plt Gubernur Riau, menurut koordinator lapangan aksi, ia mendapatkan informasi bahwa Plt Gubernur Riau sedang sakit.

Untuk diketahui, pembangunan Waduk Lompatan Harimau ada sebayak 4.000 hektar di Kabupaten Rokan Hulu. Pembangunan waduk yang direncanakan akan dimulai pada 2019 ini merupakan rencana strategis nasional untuk suplai energi sebesar 30 megawatt untuk jaringan di Sumatera.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id