Aktual, Independen dan Terpercaya


Dirjen KSDAE: Penyelematan Bonita, Terlama di Sumatera

Bonita-Harimau-Sumatera.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)
ombudsman

LAPORAN: HASBULLAH TANJUNG

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, menyatakan bahwa penangkapan tim penyelamat terhadap Harimau Bonita merupakan upaya penyelamatan terpanjang sepanjang sejarah penyelamatan di Riau.

Seperti yang diketahui, upaya tim pencarian Bonita yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Yayasan Arsari Djojohadikusumo, WWF, dan pihak terkait lainnya. Tim ini sudah melakukan upaya penyelamatan selama kurang lebih 107 hari.

"Saya apresiasi tim ini, karena sudah melindungi satwa langka," ungkapnya dalam konferensi Pers di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau , Sabtu, 21 April 2018.

Kedepannya, ia memastikan jajarannya untuk terus melakukan patroli rutin agar kejadian konflik antara manusia dan hewan tidak terulang kembali.

"Harus ada patroli terpadu, untuk melindungi dan menjaga keberadaan satwa langka, dan mencegah konflik lagi dengan masyarakat desa," jelasnya.

Baca Juga Inilah Foto-Foto Berjam-Jam Proses Evakuasi Bonita, Harimau Sumatera

Dijelaskannya, setidaknya ada dua kemungkinan penyebab harimau memasuki kawasan desa, pertama ada anaknya yang di ganggu, atau karena kehabisan makanan di dalam hutan.

Lebih lanjut, Kepala BKSDA Riau Suharyono, menjelaskan kronologis penangkapan Bonita usai diketahui jejak dan keberadaannya pada jumat subuh di jalur favoritnya.

Jalur favorit Bonita ini, kata Suharyono, adalah jalur yang tanahnya sudah rata dan menjadi jalan lintas, berbeda dengan harimau biasanya yang menghindari jalanan ini.

"Usai salat subuh, kami langsung mencari Bonita, dan dalam hujan lebat serta jalanan berlumpur, kami dapati Bonita di jalur tersebut," ungkapnya.

Klik Juga Peluru Bius Akhiri Pelarian Bonita. Jumat Pagi Tertangkap

Dalam jarak sekitar 60 meter, pihaknya melakukan penembakan bius dan setelah berjalan sekitar 1 km, Bonita pun tumbang dan selanjutnya dimasukkan ke dalam kandang.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil), AKBP Christian Rony, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak atas dukungan dan kerjasamanya selama ini.

"Sudah ada dua korban akibat Bonita, kalau hanya jajaran saya tidak mungkin upaya penyelamatan ini bisa berhasil," ujarnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id