Aktual, Independen dan Terpercaya
ÔĽŅ

Aturan KPU, Paslon Gubri Hanya Boleh Punya 5 Akun Medsos!

Ilustrasi-medsos.jpg
(internet)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Media sosial (medsos) menjadi salah satu media untuk menunjang kampanye pemilihan kepada daerah (pilkada). Untuk mengatur penggunaan medsos, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau mewajibkan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur untuk mendaftarkan akun resminya.

"Kita batasi. Cuma lima akun resmi saja yang diterima," kata Ketua KPU Riau, Nurhamin seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa, 6 Februari 2018.

Dan pendaftaran akun tersebut harus dilakukan sehari sebelum memasuki masa kampanye. Apabila tidak mendaftarkan pada waktu yang telah ditentukan, maka dianggap sebagai akun tidak resmi.

"Penetapan Paslon akan dilakukan pada tanggal 12 Februari. Sedangkan masa kampanye akan dimulai pada 15 Februari 2018," kata Nurhamin.

Dia mengatakan, kelima akun medsos tersebut boleh saja berbeda. Misalnya, platform Facebook didaftarkan satu akun, Twitter, dan Instagram satu akun.

"Kalau misalnya punya dua akun medsos, maka yang wajib didaftarkan cuma satu saja," tegas Nurhamin.

Apabila paslon melakukan kampanye di akun medsos pribadinya, Nurhamin mengaku tidak ada pelarangan. Namun, akun itu harus bisa dipertanggungjawabkan oleh paslon tersebut.

Ia mengungkapkan, lima akun yang didaftarkan paslon gubernur dan wakil gubernur Riau, nantinya akan dicatat. Kemudian diinformasikan agar masyarakat tahu mana akun resmi dan mana yang 'gadungan'.

"Akun yang didaftarkan itu harus dalam kategori informasi kampanye Paslon. Tidak ada unsur hoax, ujaran kebencian, mengandung sara, kampanye hitam, atau menjatuhkan Paslon lain," tuturnya.

Jika ditemukan beberapa unsur tersebut, KPU Riau akan memberikan teguran administratif terhadap paslon.

Lalu, bagaimana bila ada akun yang mengatasnamakan sebagai tim pemenangan calon dan melakukan kampanye hitam, politik uang, dan sebagainya, KPU Riau memastikan akan melakukan identifikasi.

"Rawan medsos ini kan yang tidak resmi menurut saya. Kalau ada informasi yang negatif, ada tim cyber crime Gakkumdu yang akan menindaklanjuti," jelas Nurhamin.

Karena itu, ia mengimbau setiap tim paslon melakukan kampanye di medsos dengan sehat dan bersifat mengedukasi.(1)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online, 

Follow Instagram riauonline.co.id