Antisipasi Pemahaman Sekuler dan Liberal, Yayasan Abdurrab Terapkan Islamisasi Kampus

Diskusi-Kampus.jpg
(Hasbullah Tanjung)

LAPORAN: HASBULLAH TANJUNG

RIAUONLINE, PEKANBARU - Yayasan Abdurrab menggelar acara Focus Group Discussion ( FGD) mengenai program Islamisasi Kampus di Hotel Royal Asnof, Pekanbaru, Senin, 15 Januari 2018. Hadir sebagai narasumber dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations ( INSIST)

Ketua Panitia, Azhari menyebutkan, diskusi ini merupakan salah satu rangkaian acara dari MoU antara Yayasan Abdurrab dengan Insist dalam program Islamisasi Kampus.

Islamisasi Kampus, menurut Azhari, merupakan salah satu upaya dalam menghadapi fenomena westernisasi yang semakin hari semakin mempengaruhi pemikiran kalangan pelajar di Indonesia.

"Sayyid Naquib Alatas pernah menyebutkan bahwa masalah krusial di dunia saat ini adalah 'the loss of adab' yang disebabkan oleh ' the crisis of knowledge', kenapa begitu? Karena ilmu yang saat ini sudah ter westernisasi, dan di dalamnya terdapat paham-paham sekuler, liberal dan lainnya, makanya solusinya adalah ilmu-ilmu yang sudah terwernisasi ini harus di islamisasikan," jelasnya.

Dilanjutkan Azhari, salah satu contoh ilmu yang sudah terwesternisasi adalah teori evolusi Darwin yang dianggapnya sangat bertentangan dengan Alquran.

"Sebenarnya paham-paham yang terdapat dalam ilmu barat ini adalah tantangan lama, namun kita berupaya melawannya dengan cara yang baru," tambahnya.

Di pilihnya Insist sebagai mitra dalam program Islamisasi kampus ini tidak lain karena Insist merupakan rujukan kampus-kampus di Indonesia dalam menerapkan Islamisasi kampus.

"Sudah ada beberapa universitas yang menjalin MoU dengan Insist, namun untuk yang di Sumatera, Abdurrab menjadi yang pertama," sebut Azhari.

Ditambahkan Azhari, peserta dari diskusi ini merupakan kepala-kepala dari setiap instansi yang berafiliasi dengan yayasan Abdrurrab, maupun yang langsung berada dibawah naunhan Abdurrab.

Sementara itu, pendiri Insist, Hamid Fahmy Zarkasyi, menghimbau para hadirin agar memulai program Islamisasi ini sedini mungkin.

"Anak- anak kecil ini harus dibiasakan dengan agama sejak kecil, biarkan saja dia bingung dulu, nanti baru di perguruan tinggi, kita ajak dia berpikir secara rasional tentang agama," tururnya.(2)

 Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id