GMMK Curiga, Ada Benang Merah Antara Penolakan UAS di Bali-Hongkong-Jakarta

Konferensi-Pers-GMMK.jpg
(Azhar Saputra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Penolakan secara beruntun terhadap ulama kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapat kecaman keras dari Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK). Yakni gabungan dari 50 Organisasi Masyarakatan (Ormas) Islam mulai tingkat daerah hingga nasional.

Mereka menduga, penolakan yang selama ini menimpa UAS saling berkaitan erat. Mulai dengan kejadian saat ustaz berada di Bali pada Jumat 8 Desember 2017 , Hong Kong pada Minggu, 24 Desember 2017 dan Kamis, 28 Desember 2017 di komplek PLN Disjaya, Jakarta.

"Kami menduga bahwa kondisi Ustad Abdul Somad sampai pembatalan ceramah yang ada di Jakarta yang kemaren itu sama-sama memiliki benang merah," kata Ketua tim advokasi GMMK di Mesjid Masjid Al-Falah Darul Muttaqin, Jumat, 29 Desember 2017.

Baca juga: 

UAS Mendadak Batal Ceramah Di PLN Jakarta, Ratusan Jamaah Kecewa

Fitnah Ustadz Abdul Somad. LAMR Akan Laporkan Arya Wedakarna

Dikejar Dengan Senjata Tajam. Ini Alasan UAS Bertahan Di Bali

Bukan tanpa sebab, dugaan itu mereka layangkan karena terdapat perbedaan wilayah antara Indonesia dan Hong Kong. Begitu juga ketika akan mengisi tausiah di Jakarta.

GMMK juga menduga bagaimana mungkin penolakan yang terjadi di Bali cepat beredar saat UAS berada di Hong Kong dan merambat sampai ke Jakarta, kalau tidak ada yang mendalangi kejadian ini.

"Kita khawatir kalau UAS dibegitukan, tidak tertutup kemungkinan itu juga akan terjadi terhadap ulama lainnya. Padahal kita ini mayoritas di Indonesia. Dugaan kami ada satu kekuatan yang mengatur ini semua. Hentikan peristiwa ini. Karena dapat membuka rongga untuk kita saling berhadap-hadapan antara satu dan yang lainnya," tegasnya.

Sementara itu, Ketua GMMK, Yana Mulyana berharap banyak agar kejahatan yang dilakukan oleh UAS agar ditindak tegas oleh kepolisian. dengan itu tidak ada lagi kejahatan serupa yang menimpa ustad-ustad lainnya.

"Untuk di Hong Kong kita sudah membuat surat protes dan mempertanyakan hal ini. Sedangkan kasus di Bali harus segera diselesaikan. Kemudian untuk yang ada di Jakarta begitu juga. Seperti yang di katakan oleh UAS 'Makanya kalau dengar saya tausiah itu beli dulu paket 2 GB, biar tak terpotong-potong isinya," jelasnya.

"Kebetulan kita dan ustad UAS tinggal di Riau niatnya kita sebagai orang Riau mari kita dukung. Apa sih yang dikhawatirkan. Tidak ada itu yang namanya mempecah belah umat," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id