ÔĽŅ

Menuju Pusat Budaya Melayu, Dua Dinas di Riau Sudah Dipisah

Seminar-Budaya-Melayu.jpg
(Azhar Saputra)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Provinsi Riau bertekad kuat untuk menjadi pusat budaya Melayu se-Asia Tenggara pada tahun 2020. Salah satu wujud keseriusan ini, antara lain dengan memisahkan memisahnya Dinas Kebudayaan dengan Dinas Pendidikan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrim Hasyim dalam Seminar Budaya Melayu se-Asia Pasifik di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Rabu, 6 Desember 2017.

"Kita bagaimanapun, kembali tentang peraturan daerah nomor 6 tahun 2001 yang menyatakan Riau sebagai pusat kebudayaan melayu se-Asia Tenggara, dengan bukti nyatanya kita sekarang telah memisah. Antara dulu yang namanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sekarang sudah memisah menjadi Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan," katanya.

Dengan memisahnya dua dinas ini, diharapkan Dinas Kebudayaan dapat semakin mengembangkan kebudayaan melayu di 12 Kabupaten dan Kota di Riau.

"Sehingga nantinya terjadi di 10 kabupaten dan dua Kota mengembangkan diri dengan muaranya masing-masing. Begitu juga cikal bakalnya. Sehingga di tahun 2020 nanti akan terujud,"tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari optimis nantinya mimpi Riau sebagai pusat kebudayaan melayu se-Asia Tenggara akan terlaksana.

"Pertama itu, disini budayanya tidak dimiliki oleh wilayah lain. Masyarakat dan pemerintahnya sama-sama mendukung dan turut mengembangkan. Kemudian ke tujuh unsur kebudayaan yang dikembangkan saya kira bisa dijadikan pemantik bagi wilayah lain di Riau untuk menjadikan pusat karektaristik wilayahnya. Itu saya kira," tegasnya.

Sementara bentuk bantuan dari mereka untuk meujudkannya ialah dengan mengambil pokok pikiran terkecil sampai ke Provinsi kemudian mereka bawa ke pusat disusun dan akan dijadikan salah satu ujud dari Riau menjadi pusat kebudayaan melayu.

"Kemendikbud selama ini juga tugasnya mendaftarkan warisan budaya tak benda. Kemarin 11 sudah masuk dan saya rasa disini masih banyak belum lagi ada tujuh suku bangsa yang memiliki adat istiadat, kultur yang berbeda-beda," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online, 

Follow Instagram riauonline.co.id