Di Kampus, Ardhie Dikenal Berasal dari Keluarga Mampu

Adhie-Nuraswan-Sopir-Gocar.jpg
ombudsman

Laporan: NANDA/RIDHA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Edi Erwan, menyampaikan duka terdalam atas kejadian menimpa Ardhie Nuraswan, mahasiswa semester 11 di kampus tersebut.

"Dengan kejadian ini, tentulah kami dari pihak fakultas sangat merasa kehilangan. Pasalnya almarhum ini merupakan mahasiswa yang baik. Bagaimana tidak, selain kuliah dia juga bekerja sebagai driver Go-car, dan terbiasa berwirausaha, tentulah dia merupakan contoh yang baik bagi mahasiswa lainnya," ungkap Dekan Fapertapet Uin Suska Riau, Edi Erwan di ruangannya, Senin 13 November 2017.

Ditemukan Kerangka Mayat Manusia Di Kebun Sawit, Kandis. Benarkah Itu Sopir Go Car Yang Hilang?

Go-Jek 'Diserbu' Netizen, Dukung Agar Tak Berhenti Beroperasi 

Selama ini, kampus mengetahui keluarga Ardhie berasal dari keluarga mampu, orangtuanya pengawai. Mungkin karena Ardhie ingin merasakan bagaimana mencari uang sendiri, Ardhie bergabung sebagai driver ojek online, Go Jek. 

Terkait kabar terbaru tulang-belulang ditemukan di Kandis, Siak, diduga Ardhie, Edi menjelaskan, belum ada informasi dari pihak keluarga.

Kabar terakhir diperoleh dari pihak fakultas ketika penemuan tulang-belulang di Kandis dibawa ke rumah sakit Bhayangkar, Rabu, 8 November 2017 lalu.

Senada, teman dan junior Ardhie, Zulfahmi mengatakan hal sama. "Abang merupakan senior memiliki rasa sosial tinggi, ia juga aktif di BEM dan seorang aktivis kampus," ungkap mahasiswa Fapertapet Semester 9 tersebut. 

Selain junior di kampus, Zulfahmi juga merupakan rekan kerja di Go Car. Ia menjelaskan, saat ini rekan dan juniornya sangat-sangat berduka atas kejadian menimpa korban. 

Seperti diberitakan sebelumnya, teka-teki terkait milik siapa jasad berupa tulang-belulang ditemukan di kebun sawit warga daerah Kandis, Kabupaten Siak, mulai menunjukkan titik terang.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Poulius Hendriawan mengatakan, dari keluarga Ardhie Nursawan juga sudah yakin itu adalah jasadnya.

Pasalnya, pakaian ditemukan pada kerangka, Rabu, 8 November 2017, di kebun kelapa sawit, di Kandis, Siak, ternyata sama dengan dikenakan korban saat dinyatakan hilang, Senin dinihari, 23 Oktober 2017 silam.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id