Wah, Pertengkaran Terus-menerus Jadi Penyebab Dominan Perceraian di Pekanbaru

Fakhriadi-SH-MH.jpg
(Hasbulah Tanjung)
ombudsman

Laporan : HASBULLAH TANJUNG

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ternyata, perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus dalam rumah tangga menjadi faktor dominan yang menyebabkan tingginya angka perceraian di Pekanbaru. Sumber utama peselisihan ini adalah faktor ekonomi.

Seperti disampaikan Panitera Muda Hukum, Fakhriadi SH MH, saat ditemui RIAUONLINE.CO.ID di ruangannya, di Gedung Pengadilan Agama, Jalan Parit Indah, Pekanbaru, 18 Oktober 2017.

Baca Juga!

Di Sini, Ribuan Anak Di Bawah Umur Sudah Janda Dan Duda

LBH Pekanbaru, Layani Bantuan Hukum Cuma-Cuma

Menurut data dari Pengadilan Agama (PA) Pekanbaru, selain permasalahan ekonomi, faktor penyebab terbanyak lain adalah faktor meninggalkan salah satu pihak.

Ia juga mengatakan, bahwa gugatan perceraian kebanyakan oleh pasangan pada usia produktif, kisaran umur 35-50 tahun. Fakhriadi juga menyebutkan, pengajuan banyak oleh pihak wanita khususnya profesi Ibu Rumah Tangga (IRT).

"Ada 983 cerai gugat yang di lakukan oleh wanita. Sedangkan 348 adalah cerai talak yang dilakukan oleh pria," terangnya.

Secara keseluruhan, angka gugatan perceraian di Pekanbaru mencapai 1.462 di sepanjang tahun 2017 ini. Sebanyak 1.186 diantaranya sudah dikabulkan oleh Pengadilan Agama Pekanbaru. Angka ini kemungkinan akan mengalahkan angka perceraian tahun lalu yang berjumlah 1700an.

"Sekarang kan baru bulan 10, artinya masih ada beberapa bulan lagi. Tidak menutup kemungkinan, angka perceraian mengalami peningkatan dibanding tahun lalu," jelasnya.

Disebutkan Fakhriadi, Sidang perceraian sendiri digelar senin dan kamis. Dalam sehari, bisa digelar 10-12 sidang perceraian.

"Kalau sidangnya itu hari senin dan kamis, ada 10-12 kali sidang. Kalau laporan, setiap hari selalu ada yang mengajukan perceraian," katanya.

Mengenai tingginya angka perceraian ini, Fakhriadi mengharapakan pemda memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi pada tahun ini, tidak ada anggaran untuk sosialisasi ke masyarakat, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi saya berharap pemda untuk lebih memperhatikan permasalahan ini," harapnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id